Dishub Kepri Tunda Penurunan Tarif Angkutan

817
Pesona Indonesia
Angkutan lautrute Batam-Tanjungpinang-Batam. Foto: adly barahanani/tanjungpinangpos
Angkutan lautrute Batam-Tanjungpinang-Batam. Foto: adly barahanani/tanjungpinangpos

batampos.co.id -Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri menunda pembahasan tarif transportasi laut dan darat bersama pihak operator dan pihak-pihak terkait lainnya. Lantaran belum ada petunjuk dari Gubernur Kepri, Muhammad Sani selaku kepala daerah. Pembahasan tersebut ditargetkan rampung sebelum 10 April mendatang.

“Pada prinsipnya kita sudah siap untuk duduk bersama dengan pihak operator dan perwakilan masyarakat terkait pembahasan penurunan tarif. Akan tetapi kita masih menunggu arahan dari Bapak Gubernur,” ujar Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kepri, Aziz Kasim Djou menjawab pertanyaan koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Selasa (5/4/2016) di Tanjungpinang.
Disebutkannya, saat ini Pak Kadishub Kepri sedang berkoordinasi dengan Bapak Gubernur. Dikatakannya juga, terkait penundaan ini, juga sudah disampaikan kepada pihak-pihak operator dan perwakilan masyarakat. Karena surat untuk rapat penurunan tarif sudah dilayangkan sejak akhir pekan lalu.
“Pak Kadishub berkomitmen pembahasan ini harus rampung paling lama 10 hari sejak ditetapkannya penurunan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 April lalu,” jelas Aziz.
Sementara itu ditempat terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mendorong supaya Dishub Kepri untuk cepat melakukan pembahasan penurunan tarif tersebut. Karena sudah ada perintah dari Presiden langsung melalui Menteri Perhubungan sejak penurunan tarif BBM. Menurutnya untuk pembahasan tidak mesti ada arahan dari Gubernur.
“Keputusan finalkan ditangan Gubernur. Yang penting apa yang menjadi kesepakat bersama dengan pihak operator itu yang dilaporkan kepada Gubernur,” ujar Irwansyah.
Lebih lanjut katanya, semakin cepat pembahasan tarif dirampung tentu akan memberikan maanfaat kepada masyarakat. Apalagi dengan turunnya tarif, juga akan diikuti turunnya biaya transportasi barang seperti sembako. Karena penurunan tarif transportasi memberikan multi efek kepada masyarakat.
“Semakin cepatkan semakin bagus, karena masyarakat tentu mengharapkan pembahasannya cepat selesai. Apalagi akan berdampak pada sektor ekonomi masyarakat,” jelas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut. (jpg/bp)

Respon Anda?

komentar