Sebelum Ditangkap Nyabu, Dandim Sempat Nasihati Anak Buahnya Jauhi Narkoba

1734
Pesona Indonesia
Dandim 1408/BS Makassar Kolonel Inf Jefry Oktavian Rotti FOTO: pojoksulsel/int
Dandim 1408/BS Makassar Kolonel Inf Jefry Oktavian Rotti FOTO: pojoksulsel/int

batampos.co.id – Sedih bercampur kaget. Itulah yang dirasakan anggota Kodim 1408/BS Makassar, setelah mengetahui komandan mereka, Kolonel Inf Jefri Oktavian Rotty, ditangkap di Hotel Maleo Makassar, Selasa (5/4/2016) malam. Dia ditangkap Kapuskodal Ops Kodam VII Wirabuana Letnan Kolonel (Letkol) Budi Santoso.

Wajar saja anggotanya kaget, pasalnya sebelum ditangkap, tepatnya pada Selasa (22/3/2016) pagi lalu, Jefri sempat memimpin pelaksaan tes urine terhadap seluruh anak buahnya serta PNS di Kodim Makassar.

Seperti yang dikutip dari website Kodim Makassar, saat itu Dandim Makassar mengaku tes urine tersebut dalam rangka pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba.

Jefri mengatakan kegiatan ini merupakan langkah TNI AD agar jangan ada prajurit TNI terlibat narkoba, khususnya anggota Kodim 1408/BS atau masuk jaringan pengguna barang haram ini.

Dandim Makassar juga sangat tidak mengharapkan ada anggotanya yang terlibat maupun positif menggunakan narkoba.

Sebagai langkah antisipasi, Dandim 1408/BS/Kasdim mengadakan tes urine secara mendadak dan diapelkan luar biasa terhadap semua personil Kodim 1408/BS, baik perwira, bintara maupun tamtama serta PNS jajarannya.

“Yang terbukti terlibat narkoba, tidak ada ampun. Tidak ada kata maaf dan akan dipecat dari dinas keprajuritan TNI,” tegasnya saat itu.

Bisa jadi pernyataan Jefri bikin takut anak buahnya yang coba-coba bersentuhan dengan barang haram.

Tapi, sang komandan manusia biasa yang bisa khilaf atau termakan rayuan pihak lain. Terbukti Selasa (5/4/2016) malam Jefri ditangkap tim yang dipimpun Kasdam VII Wirabuana, Brigjen TNI Sopardi di Hotel Maleo Makassar saat sedang nyabu.

Bahkan di kamar itu dia tengah asyik nyabu bersama Kapuskodal Ops Kodam VII Wirabuana Letnan Kolonel (Letkol) Budi Santoso dan ditemani dua wanita.(muh fadly/why/pojoksulsel)

Respon Anda?

komentar