Hakim MTQ Nasional Puji Qari-Qariah Kepri

1482
Pesona Indonesia
Hakim dan pelatih MTQ Nasional foto bersama peserta simulasi pelatihan dan pembinaan intensif peserta potensial Provinsi Kepri dan pengasuh Quran Centre Batam. foto:ist
Hakim dan pelatih MTQ Nasional foto bersama peserta simulasi pelatihan dan pembinaan intensif peserta potensial Provinsi Kepri dan pengasuh Quran Centre Batam. foto:ist

batampos.co.id – Sebanyak 15 hakim nasional musabaqah nasional Quran (MTQ) yang diundang Quran Centre di ajang simulasi peserta pelatihan dan pembinaan intensif peserta potensial Provinsi Kepri di Desa Niur, Moro, Kabupaten Karimun, mengakui kehebatan 75 qari-qariah Kepri.

“Sudah standar, tapi harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar H Muhammad Ali selaku hakim nasional sekaligus pelatih nasional dan hakim MTQ internasional, usai acara simulasi tersebut.

Menurut Muhammad Ali, Wajar saja qari-qariah Kepri yang ikut simulasi tersebut bagus, karena qari-qariah Kepri tersebut adalah mantan-mantan juara MTQ Nasional ke-25 tahun 2014 lalu di Batam.

“Tapi, harus terus ditingkatkan karena daerah lain pada ajang MTQ Nasional ke-26 pada 31 Juli-8 Agustus 2016 mendatang di Lombok, pasti mempersiapkan diri juga,” ujarnya.

Pengakuan yang sama dikatakan mantan Menteri Agama Said Agil Husin Al-Munawar yang juga hakim MTQ Nasional. Dalam pandangannya, rata-rata skor qari-qariah hasil simulasi tersebut nilainya 96-98.

“Akan tetapi, pesannya, jangan pernah puas dengan Alquran. Harus setiap hari belajar dan belajar hingga pada hari H MTQ Nasional ke-26, qari-qariah Kepri bisa mempertahankan juara umum yang diraihnya pada MTQ Nasional ke-25 tahun 2014 lalu di Batam,” kata Said Agil.

Sementara itu, Direktur Quran Centre Mahadi Rahman mengatakan, 75 qari-qariah hasil penjaringan tersebut masih harus tetap mengikuti MTQ Provinsi Kepri yang akan digelar 21 Maret 2015 di Tanjungpinang.

“Para juara 1 sampai 3 pemenang MTQ Provinsi Kepri, kami latih dan matangkan di Quran Centre. Juara 1 sampai 3 diambil, untuk antisipasi kalau ada qari-qariah utama berhalangan sehingga ada pelapisnya,” jelas Mahadi.

Adapun qari-qariah Kepri tersebut, akan diuji tanding dengan qari-qariah Malaysia. Tujuan latih tanding tersebut, untuk meningkatkan pengalaman, meningkatkan ilmu, dan mental qari-qariah Kepri.

“Pada MTQ ke-25 lalu kita juara umum, latih tandingnya ke Singapura. Kali ini ke Malaysia, karena dari segi kualitas qari-qariah Malaysia lebih unggul dari qari-qariah Singapura,” jelasnya.

Mahadi berharap, Pemprov Kepri mendukung qari-qariah Kepri di ajang MTQ ke-26 mendatang lewat peningkatan anggaran. “Sekadar membandingkan saja kafilah Provinsi Riau untuk MTQ ke-26 mendapatkan anggaran Rp 8 miliar. Kafilah Kepri 20 persen dari Rp 8 miliar tersebut tak sampai,” ujar Mahadi.

Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat membuka acara pelatihan dan pembinaan intensif peserta potensial Provinsi Kepulaun Riau di Aula Utama Quran Centre, Sekupang, Jumat (1/4) malam sampai lima kali menyentil Kepala Badan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BKKD) Pemprov Kepri agar menaikkan anggaran kafilah Kepri bertekad meraih juara umum pada MTQ Nasional ke-26 nanti.

“Kalau menaikkan anggaran ini ke pak Coki, Kepala BKKD. Iya pak Coki, jangan ragu-ragu untuk menaikkan anggaran kafilah MTQ Nasional Kepri. Out came-nya jelas, dan apa yang kita perbuat itu adalah bernilai ibadah di mata Allah,” ujar Nurdin yang juga merupakan Ketua Umum Lembaga Pembangunan Tilawatil Quran Provinsi Kepri ini. (ash/bpos)

Respon Anda?

komentar