Masa Depan Simpang Jam, dari Gambarnya Cantik

4562
Pesona Indonesia
Gambaran jalan yanag Simpang Jam
Gambaran jalan layang Simpang Jam

batampos.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (Kemenpupera) terus menggesa pembangunan dua jembatan layang atau flyover di Batam, yakni di Simpangjam dan Simpangkabil. Flyover Simpangjam diharapkan selesai pada Desember 2017, sedangkan proyek flyover Simpangkabil akan dilelang pada bulan Agustus tahun ini.

“Sebenarnya pembangunan flyover ini merupakan opsi mengatasi dan mengantisipasi kemacetan yang kerap terjadi di dua persimpangan itu,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam, Yumasnur, Selasa (5/4).

Persoalan kemacetan di Batam memang membutuhkan solusi yang cepat karena semakin lama tingkat kemacetan semakin tinggi. Setiap jam sibuk pada pagi maupun sore hari, puncak kemacetan terjadi di dua simpang ini.

“Jadi salah satu cara untuk mengatasinya adalah meningkatkan kapasitas jalan dengan bangun flyover atau memperlebar ruas jalan,” jelasnya.

Nantinya proyek flyover di Simpangjam dan Simpangkabil akan mengakomodir arus lalulintas dari Bandara Hang Nadim menuju Nagoya dan sebaliknya. Sedangkan jalur bawah akan dilalui pengguna jalan dengan rute Batuaji dan Sekupang menuju Batam Center.

Selain dua flyover itu, tahun ini Dinas PU Kota Batam akan memperlebar ruas jalan mulai dari kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Batamcentre sampai ke Bundaran Tuah Madani di Simpang Regata, Batamcenter. Rencananya, jalur kiri dan kanan akan ditambah dari dua lajur menjadi tiga lajur.

“Bulan ini, proyeknya akan dilelang. Nilai proyeknya sekitar Rp 15 miliar. Dinas PU Kota Batam akan buka habis row jalan di wilayah tersebut,” katanya lagi.

Dinas PU juga akan melanjutkan proyek pelebaran jalan Nagoya dimulai dari depan i-Hotel sampai simpang Telkom. Proyek ini juga akan dilelang sehingga perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut dipastikan akan berbeda.

“Selain itu, pelebaran jalan juga untuk perbaikan estetika kota. Kami juga akan bangun pedestrian supaya kunjungan wisata meningkat,” ungkap Yumasnur. (leo)

Respon Anda?

komentar