Napi Kabur, Pegawai Lapas Diberikan Sanksi Penurunan Pangkat

909
Pesona Indonesia
Errius bin Yusril, napi yang kabur. foto:repro
Errius bin Yusril, napi yang kabur. foto:repro

batampos.co.id – Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Kepri, Ohan Suryana mengatakan, pihaknya akan terus mengusut tuntas oknum dan pejabat-pejabat Lapas Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II Tanjungpinang yang mengakibatkan kaburnya seorang narapidana kasus narkoba bernama Errius bin Yusril.

”Kami sudah melakukan investigasi dan pemeriksaan terhadap seorang pegawai, berinisial MN. Kami juga sudah memberikan sanksi dengan menurunkan pangkatnya,” ujar Ohan, Selasa (5/4), saat ditemui di kantornya, Senggarang, Tanjungpinang.

Ditegaskan Ohan, pemberian sanksi terhadap jajarannya, tidak berhenti terhadap, MN, yang merupakan salah satu pejabat di Lapas Narkoba Kelas II Tanjungpinang tersebut. Namun, pihaknya masih terus melakukan investigasi keterlibatan oknum di lapas tersebut sampai tuntas.

”MN saat ini sudah dipindahkan ke Kanwil untuk mempermudah pemeriksaan. Namun, kami masih melakukan pemeriksaan terkait isu adanya suap Rp 5 juta yang diterimanya,” ucap Ohan.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kementerian Hukum dan HAM RI, Kabul Priyono menambahkan, Menteri Hukum dan Ham beberapa waktu lalu sudah menyampaikan bahwa akan mencopot seragam oknum yang terlibat dalam hal yang ilegal.

”Tak hanya melepaskan dan mencopot pegawai yang berbuat hal yang tidak benar. Tetapi juga akan diberikan tindakan pidana. Jadi kedepan akan ada tindakan keras kepada oknum yang nakal,” ucapnya.

Dikatakan Kabul, saat ini kasus tahanan Lapas yang kabur tersebut masih dalam proses pemeriksaan, termasuk Kepala Lapas Narkotika Kelas II Tanjungpinang.

”Nanti jika hasil pemeriksaan ada keterlibatan Kalapas, apa boleh buat, akan ditindak secara tegas,” kata Kabul.

Kabul mengakui, saat ini Kementerian Hukum dan HAM masih mengalami kendala yakni kurangnya petugas di lapangan. Beberapa waktu lalu, pihak Kemenkum HAM sudah meminta kepada Menpan RB untuk mengalokasi jumlah petugas.

”Kami sadari memang kurang petugas, tetapi itu kenyataan yang ada. Jadi bukan menutup dan bukan alasan. Kalau kurang akan di tambah,” sebutnya.

Seperti diketahui, Errius bin Yusril, narapidana yang kabur pada 6 Maret 2016 lalu dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II Tanjungpinang yang terletak di Batu 18 Kijang, hingga saat ini belum berhasil ditangkap. Petugas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau terus melakukan pencarian.

Errius kabur setelah adanya surat ijin keluar sebagai tahanan pendamping (Tanping) dari Lapas Narkotika Kelas II Tanjungpinang.

Sebelum Errius, sudah dua napidana yang kabur dari Lapas tersebut, saat kepemimpinan Kalapas, Sudirwan yakni, Marlin L pada Minggu 25 Mei 2014 lalu hingga saat ini pihak Lapas dan Kepolisian belum bisa menangkapnya.

Kemudian, Riko, narapidana yang juga sempat kabur dari Lapas tersebut, namun petugas berhasil menangkapnya dan telah dipindah ke Lapas Batam dengan penjagaan ketat dari petugas. (ias/bpos)

Respon Anda?

komentar