Pegawai Honorer Pembeli Sabu Ditangkap Bersama Penjualnya

594
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Polsek Kota Balai Karimun, mengamankan dua orang pemuda, masing-masing sebagai pembeli dan penjual narkotika jenis sabu-sabu (SS), Ahad (3/4). Penangkapan pertama dilakukan terhadap seorang oknum pegawai honorer yang baru saja membeli satu paket SS kepada pemuda lain di Kelurahan Balai Kota.

”Saat itu, saya bersama satu orang anggota menggunakan mobil patroli akan menuju ke kantor. Dan, di tengah perjalanan anggota melihat ada seorang pemuda yang sudah dikenal. Sehingga, anggota saya langsung turun dan memanggil pemuda yang diketahui berinsial AD yang bekerja sebagai tenaga honorer salah satu instnasi pemerintah. Tapi, pemuda yang dipanggil tersebut melarikan diri ke dalam pemukiman Kampung Tanjung,” ujar Kapolsek Kota Balai Karimun, Kompol Wisnu Edhi Sadono, Selasa (5/4).

Kemudian, katanya, satu orang anggotanya melakukan poengejaran. Sampai akhirnya AD melarikan diri ke jalan yang buntu. Pada saat itu, tersangka langsung menyerahkan diri. Polisi melihat AD membuang sesuatu. Mengetahui hal ini, tersangka disuruh untuk mengambil barang yang sudah dibuang tersebut. Tidak ada perlawanan lagi setelah itu, tersangka sudah mengaku bahwa barang yang dibuang merupakan satu paket SS.

”Tersangka kemudian dibawa ke Mapolsek Kota Balai untuk dilakukan pemeriksaan. Dari keterangan tersangka, dia hanya diminta untuk membeli saja oleh seorang rekannya. Dan, tersangka juga mengaku bahwa dia juga sebagai pemakai dan sudah beberapa tahun lalu ketagihan menggunakan SS. Ketika ditanya kepada siapa membeli dan harga berapa, tersangka menyebut membelinya dari seorang pemuda yang sudah biasa dengan harga Rp400 ribu,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan dari tersangka AD, anggotanya langsung melakukan pengembangan. Tidak lama kemudian, dilakukan penangkapan terhadap pemuda berinisial OS. Keduanya dipertemukan. Akhirnya, tersangka OS mengaku telah menjual SS kepada tersangka AD. Selain itu, juga tersangka OS juga mengaku hasil dari menjual SS tersebut sudah berhasil membeli seutas kalung emas. Kemudian, kalung emas tersebut bersama dengan surat pembelian disita sebagai barang bukti hasil kejahatan.

”Selain itu, tersangka OS mengaku jika barang haram itu didapat dari IL yang saat ini masuk dalam daftar DPO. Kemudian, kedua tersangka bersama barang bukti berupa satu paket SS dan juga seutas rantai emas diserahkan ke Satuan narkoba Polres Karimun untuk diproses lebih lanjut,” jelas Kapolsek. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar