Ranperda RTRW Jadi Prioritas Masa Sidang Kedua DPRD Kepri

610
Pesona Indonesia
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Alex Guspeneldi. foto:ist
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Alex Guspeneldi. foto:ist

batampos.co.id – Usai mengesahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pada masa sidang pertama di 2016 ini, jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau kembali melanjutkan fungsi legislasinya. DPRD Kepri melanjutkan pembahasan kelima ranperda yang telah disepakati dalam program legislasi daerah.

Kelima ranperda yang bakal dibahas tersebut antara lain pembahasan mengenai APBD Perubahan, LPP APBD tahun 2015, ranperda RTRW (rencana tata ruang dan wilayah), ranperda RPJMD dan ranperda tentang SOTK. Dari kelima ranperda ini, kata Ketua Badan Pembentuk Ranperda (Bapemperda) Alex Guspeneldi, berkas RTRW Provinsi Kepri inilah yang telah diberikan sejak sebelum penutupan masa sidang pertama.

“Karena berkasnya sudah di tangan, ranperda ini pastinya akan kami bahas lebih dulu usai masa reses ini,” ujar Alex kemarin.

Alex menuturkan DPRD sangat berharap pemerintah provinsi dapat menjalankan komitmen dalam penyelesaian target yang telah ditetapkan di pembukaan tahun. Seperti yang diketahui, DPRD Kepri gagal memenuhi keinginannya untuk melahirkan lima ranperda di empat bulan pertama sepanjang 2016 kemarin.

Menurutnya DPRD telah optimis dapat mengikuti komitmen yang telah ditetapkan bersama Pemprov Kepri. Namun di pertengahan jalan, keinginan tersebut kandas. Dua ranperda tak kunjung selesai pembahasaannya di Pemprov Kepri. Sehingga DPRD tidak dapat melanjutkan kedua ranperda yang telah diagendakan bakal disahkan untuk menjadi ranperda di masa sidang pertama kemarin.

Untuk masa sidang kedua ini, Alex memaparkan Bapemperda akan fokus pada lima prioritas di masa sidang kedua. “Ini di luar dua ranperda yang terlambat. Dua perda yang tertinggal ini bakal dibahas kalau lima prioritas ini selesai. Kalau yang lima ini selesai dan masih ada ruang juga waktu, bisa kami buat addendum berita acara,” terangnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar