Sekda Anambas Tersangka, Bupati-Wabup: No Comment !

819
Pesona Indonesia
Rajda Tjelak Nur Djalal. foto:yusnadi/batampos
Rajda Tjelak Nur Djalal. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Bupati Anambas, Abdul Haris, mengaku sudah tahu tentang penetapan Sekda Anambas yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Mess Pemda Anambas, di Tanjungpinang pada tahun 2010 silam yang memakan biaya senilai Rp5 miliar, Selasa (5/4) sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun dirinya enggan menanggapi pertanyaan wartawan. “Informasinya saya sudah dapat. Untuk hal ini, saya no comment,” kata Haris ketika dihubungi via telepon selulernya, Selasa (5/4.

Begitu juga Wakil Bupati Anambas, Wan Zuhendra. Kepada awak media ia mengaku, juga sudah mendapatkan kabar tersebut. Namun lagi-lagi, komentar yang dilontarkan kepada awak media tidak jauh berbeda seperti yang disampaikan Bupati Anambas. “Saya belum bisa komentar, sebab saya baru juga medapatkan kabar ini. Untuk itu, no comment lah,” ujar Wan kepada awak media.

Ditetapkannya Sekda Anambas sebagai tersangka oleh Kejati Kepri sontak membuat para pegawai di Anambas terkejut. Dari pengakuan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Sekretariat Daerah Pemkab Anambas, sebagai dari mereka sudah mengetahui namun sebagian lagi belum. “Benar ya bang kabar tersebut,” tanya salah satu ASN Anambas yang tidak ingin disebutkan namanya.

Namun demikian ada juga yang sudah mengetahui hal ini. “Kalau saya sudah tau. Baca diinternet,” tambah ASN lainnnya. Dari informasi yang diperoleh koran ini, meski Rajda Tjelak Nur Djalal sudah ditetapkan sebagai tersangka namun, belum dilakukan penahanan oleh Kejati. Sebab, yang bersangkautan berada di Pekanbaru.

Sebelumnya, Salah seorang tokoh Anambas Fadil Hasan sudah memberikan informasi bahwasanya dalam pada akhir Maret ini Kejati akan menetapkan satu tersangka terhadap dugaan kasus korupsi pengadaan mess di Tanjungpinang. Dirinya terus mempertanyakan keberanian Kejati untuk menetapkan siapa saja yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar