Subsidi Dicabut, Raskin Tak Gratis Lagi

1006
Pesona Indonesia
Beras bulog.
Beras bulog.

batampos.co.id – Belum habis masa jabatan Bupati Natuna Ilyas Sabli dan Imalko, program beras gratis untuk masyarakat miskin sudah ditiadakan pasca kalah pilkada 9 Desember 2015 lalu.

Kepala Kantor Seksi Logistik Bulog Ranai Ahmad mengatakan, mulai tahun ini pemerintah perlu mensosialisasikan perubahan kebijakan pembagian raskin.

Bulog Ranai kata Ahmad, sudah mulai mendistribusikan raskin kepada satgas raskin untuk triwulan pertama tahun 2016. Pada triwukan pertama ini hanya sebanyak 1.539 rumah tangga sasaran penerima manfaat mendapatkan raskin.

“Raskin triwulan pertama tidak lagi gratis, penerimanya harus membayar perkilonya Rp 1.600. Pemerintah sudah mencabut subsidi tahun 2016,” kata Ahmad, Selasa (5/4).

Sebelumnya kata Ahmad, raskin yang disalurkan kepada 1.539 RTS dibebankan kepada pemerintah daerah. Bahkan pemerintah membuat data penerima raskin daerah secara terpisah dari raskin dari APBN.

Selain raskin APBN, raskin daerah juga sudah dicabut. Artinya jumlah penerima raskin sudah berkurang, jadi hanya menyesuaikan data penerima pusat.

“Perubahan ini perlu sosialisasi. Biasanya gratis beberapa tahun terakhir, tapi sekarang sudah berbayar, tentu ada tanggapan positif dan negatif,” ujar Ahmad.

Dikatakan Ahmad, pendistribusian beras bulog dibagi dua wilayah I dan wilayah II di Sedanau. Perbulan Bulog menerima stok beras sebanyak 23,85 ton.

“Untuk pendistribusian, sudah disediakan dana pendamping pemerintah daerah, mulai biaya angkutan sampai buruh, jadi penerima raskin hanya membayar harga beras Rp 1.600 per kilonya, kualitas beras pun sangat bagus, komodit impor Vietnam,” ujar Ahmad.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar