Tarif Angkot di Tanjungpinang Turun Rp 500

648
Pesona Indonesia
Sejumlah angkutan umum antri menunggu penumpang di terminal jalan Merdeka Tanjungpinang, Kamis (31/3). F.Yusnadi/Batam Pos
Sejumlah angkutan umum antri menunggu penumpang di terminal jalan Merdeka Tanjungpinang, Kamis (31/3). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tanjungpinang dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Tanjungpinang telah menyepakati penurunan tarif angkutan kota (Angkot) sebesar 11 persen atau Rp 500. Menyusul turunnya harga bahan bakar dari Rp 6.950 menjadi Rp 6.450 per 1 April 2016. Kesepakatan diputuskan dalam pertemuan yang digelar Senin (4/4) lalu.

“Kami tidak bisa menurunkan 3 persen, karena nantinya akan kesulitan memberi kembalian uang pecahan. Karena itu kami sepakat menurunkan 11 persen atau Rp 500,” ujar Kepala Dishubkominfo Kota Tanjungpinang, Wan Samsi ditemui di Kantor Dishubkominfo Tanjungpinang, Selasa (5/4).

Kendati telah diperoleh kesepakatan, penurunan tarif tersebut tidak bisa langsung diterapkan. Sebab, kata Wan Samsi, pihaknya masih menunggu Organda Tanjungpinang melakukan sosialisasi kepada perusahaan otobus (PO) yang ada di Kota Tanjungpinang.

“Sembari mereka (Organda) sosialisasi, kami juga akan juga sosialisasi ke masyarakat,” ujarnya.

Jika Organda telah selesai melaksanakan sosialisasi, pihak Dishub akan menyiapkan legal formalitas, yaitu SK Wali Kota Tanjungpinang. “Setelah SK itu terbit, baru secara resmi tarif Angkot diterapkan. Pokoknya segera akan diterapkan,” ujarnya.

Dikatakan Wan Samsi, tarif BBM saat ini berada pada range 1, dengan kisaran Rp 6.000-6.500. Dalam range tersebut telah ditetapkan, jarak KM 0-6 tarif Rp 4.000. Kemudian KM0- Terminal Seicarang Rp 6.000, dan KM0-KM15 dipatok Rp11 ribu. Sementara untuk tarif pelajar, dari KM0-KM6 sebesar Rp 2.500, dan KM0-KM15 sebesar 6.000.

Sementara, tarif angkutan laut sampai saat ini belum ada penurunan. Terkait itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah langsung meminta pihak Dishubkominfo Kota Tanjungpinang menyurati Pemerintah Provinsi Kepri, untuk segera disikapi persoalan tarifnya.

“Semoga segera disikapi. Sebab kita sangat tergantung dengan angkutan laut,” ujar Lis. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar