Tujuh Daerah Serentak Ledakkan Kapal Ikan Asing

567
Kapal ikan asing diledakkan di Perairan Tarempa, Anambas, kemarin. foto:syahid/batampos
Kapal ikan asing diledakkan di Perairan Tarempa, Anambas, kemarin. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – TNI Angkatan Laut kembali menenggelamkan dua kapal ikan asing dengan cara diledakkan di Perairan Tarempa pada Selasa (5/4) siang. Komandan Lanal Tarempa, Letkol Laut (P) Ronald Rarun mengatakan, sesuai dengan urutan, jumlah peledakan kapal yang dilaksanakan pada hari itu ada tujuh titik di Indonesia. Untuk Anambas mendapat urutan kelima setelah Natuna.

“Pada dasarnya, kami sudah mendapat informasi peledakan jam 10:00, mungkin ada pertimbangan lain dari pusat. Pada intinya, kami sudah semaksimal mungkin untuk melakukan peledakan ini tepat waktu,” ungkapnya kepada wartawan.

Banyaknya aksi illegal fishing di Anambas membuktikan bahwa sektor kelautan dan perikanan di Anambas sangat melimpah. Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra menilai infrastruktur serta sarana dan prasarana untuk kegiatan nelayan perlu diperbaiki untuk meningkatkan keberlangsungan hidup masyarakat nelayan, khususnya nelayan tradisional.

“Saya kira yang patut dibenahi terkait infrastruktur yang harus diberikan kepada nelayan. Seperti sarana dan prasarana yang biasa mereka gunakan selama ini, untuk bisa mengarungi laut ZEE, tidak bisa lagi skalanya yang masih GT dan kecil. Ini yang harus dibenahi,” ungkapnya.

Meski terdapat hal-hal yang harus dibenahi oleh Pemerintah Daerah, namun Wan mengklaim perkembangan ekonomi masyarakat Anambas dapat terlihat. Ini tampak dari adanya beberapa koperasi yang membantu dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Anambas, khususnya masyarakat nelayan.

Daerah-daerah di Indonesia yang juga melaksanakan penenggelaman kapal ikan asing tersebut yakni di Batam (Perairan Pulau Momoy dengan lima unit kapal (empat Malaysia, satu Vietnam), perairan Pulau Telaga Tujuh, Langsa Aceh dengan tiga unit kapal (Malaysia), perairan Belawan dengan satu kapal (Malaysia), Perairan Tarakan dengan dua kapal (Malaysia), Perairan Pulau Datuk, Pontianak dengan dua unit kapal (Vietnam), dan perairan Ranai, Natuna dengan delapan unit kapal (Vietnam).(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar