Penghasilan Rp 4,5 Juta Bebas Pajak

1428
Buruh berpenghasilan Rp 4,5 juta per bulan bebas pajak. Jangan demo lagi ya! Foto: dok. batampos
Buruh berpenghasilan Rp 4,5 juta per bulan bebas pajak. Jangan demo lagi ya! Foto: dok. batampos

batampos.co.id – Ini kabar baik untuk pekerja dengan penghasilan Rp 4,5 juta per bulan. Pemerintah berencana menaikkan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dalam penghitungan pajak penghasilan (PPh).

Saat ini batas PTKP ditetapkan Rp 36 juta setahun atau Rp 3,6 juta per bulan dan akan dinaikkan menjadi Rp 54 juta per tahun atau Rp 4,5 juta per bulan.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro meyakini usulan kenaikan batas PTKP disetujui Komisi XI DPR karena mampu mendorong konsumsi rumah tangga dan meningkatkan investasi.

’’Ujung-ujungnya pada pertumbuhan PDB (produk domestik bruto),’’ katanya, Rabu (6/4/2016).

Batas PTKP Rp 54 juta per bulan diperuntukkan pekerja lajang. Pekerja yang telah memiliki anak dan istri akan mendapatkan tambahan kenaikan PTKP. Berikut PTKP untuk pekerja sesuai aturan yang berlaku:

  1. PTKP pekerja lajang Rp 36 juta per tahun (penghasilan Rp 3,6 juta sebulan)
  2. PTKP pekerja satu anak Rp 42 juta per tahun (penghasilan Rp 4,2 juta sebulan)
  3. PTKP pekerja dua anak Rp 45 juta per tahun (penghasilan Rp 4,5 juta sebulan)
  4. PTKP pekerja tiga anak Rp 48 juta per tahun (penghasilan Rp 4,8 juta)

Rencananya, kenaikan PTKP ditetapkan pada Juni, tetapi mulai berlaku surut sejak Januari. Artinya, PTKP yang baru akan digunakan dalam penghitungan pajak penghasilan (PPh) tahun pajak 2016.

Bambang mengakui, kenaikan PTKP berpotensi mengurangi besaran pendapatan pajak penghasilan orang pribadi. Namun, dia meyakini pengurangan itu bakal terkompensasi dengan perluasan wajib pajak orang pribadi. Tahun ini Ditjen Pajak ditargetkan meraup pendapatan pajak Rp 1.350 triliun.

Bambang memperkirakan kenaikan batas PTKP mampu mendorong pertumbuhan ekonomi 0,16 persen. Tahun ini pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen.

Sejumlah donor pesimistis dengan proyeksi tersebut. Salah satunya adalah Dana Moneter Internasional (IMF) yang memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya 4,9 persen. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen. (ken/c14/noe/jpgrup

Respon Anda?

komentar