825 Tenaga Satpol PP Batam Tidak Direkrut Secara Resmi

2107
Pesona Indonesia
Anggota Satpol PP Kota Batam saat latihan di Dataran Engku Putri Batamcenter beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Anggota Satpol PP Kota Batam saat latihan di Dataran Engku Putri Batamcenter beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 825 tenaga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam ilegal. Pasalnya, mereka tidak direkrut secara resmi dan tak mempunyai perjanjian kontrak.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Andri Tri Wibowo mengatakan beberapa bulan lalu pihaknya menerima laporan adanya dugaan korupsi di Satpol PP Batam. Dimana, korupsi diduga terjadi saat perekrutan 825 tenaga Satpol PP tahun 2015 lalu.

”Laporan itu masuk bulan Oktober lalu. Dan saat ini kita sedang mengkaji lebih dalam terkait laporan tersebut,” kata Andri, Rabu (6/4).

Dikatakannya, setelah mengkaji, pihaknya tak menemukan tanda-tanda adanya dugaan korupsi. Sebab, penerimaan 825 tenaga Satpol tak dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Batam.

”Setelah kita cek ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Batam, ternyata perekrutan mereka tak dibebankan kepada APBD. Artinya dalam hal ini negara tak dirugikan,” ujarnya.

Masih kata Andri, dari pengkajian sementara, pihaknya menilai jika ratusan tenaga honorer Satpol PP itu adalah ilegal. Sebab tak direkrut secara resmi dan tak mempunyai perjanjian kontrak.

”Jangan sampai mereka ini tidak mempunyai legalitas, kemudian dibebankan kepada negara,” sebut Andri.

Andri menekankan status 825 tenaga Satpol PP Batam itu harus dikaji ulang keberadaannya agar mempunyai kedudukan yang legal atau secara hukum bisa dipertanggungjawabkan.

”Angka 825 itu benar-benar jumlah yang sangat besar dan perlu satu persatu diperiksa untuk mengetahui apa modusnya,” kata Andri lagi.

Terkait ramainya diberitakan adanya uang ”pelicin” yang jumlahnya cukup besar sekitar puluhan juta untuk bisa menjadi seorang penegak Perda, Andri pun tak menampiknya. Terkait hal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian.

”Ada yang sudah buat laporan ke Polresta Barelang. Dasar laporan ada yang pernah memberikan sesuatu karena ada yang dijanjikan. Tapi kenyataannya tidak sesuai harapan dan ini murni penipuan,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reserse dan Kriminal Polresta Barelang, Kompol Yoga Buanadipta Ilafi membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, kata dia, masih memeriksa saksi-saksi yang ada kaitannya dengan kasus tersebut. ”Baru satu orang yang buat laporan dan masih tahap lidik,” kata Yoga, kemarin.

Lebih lanjut, kata Yoga, yang menjadi terlapor dalam kasus ini adalah seseorang berinisial J. ”J ini adalah orang yang menjanjikan kepada korban (anggota satpol PP),” ujarnya. (she)

Respon Anda?

komentar