Bangunan Miring, Pasar Tradisional Payalaman Tidak Pernah Digunakan sejak 2012

662
Pesona Indonesia
Pasar tradisional Desa Payalaman, Anambas. foto:net
Pasar tradisional Desa Payalaman, Anambas. foto:net

batampos.co.id – Pembangunan pasar tradisional milik desa Payalaman Kecamatan Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambas menuai kecaman dari beberapa elemen masyarakat sekitar. Pasalnya pasar yang sudah dibangun pada tahun 2012 menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga saat ini tidak dapat digunakan karena dianggap tidak layak. Bangunan pasar yang menelan biaya sebesar Rp 900 juta itu agak miring.

“Pasar yang dibangun oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Sekar Wangi Anambas itu tidak pernah difungsikan, sebab masyarakat takut akibat bangunannya yang condong,” ungkap Pardi, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Payalaman, Rabu (6/4).

Menurutnya bangunan tersebut juga tidak pernah diserahterimakan oleh dinas terkait. Padahal bantuan bangunan pasar untuk masyarakat Payalaman dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan dan Koperasi sangatlah bagus, namun pelaksana pekerjaannya yang gagal mengerjakannya.

Menurutnya, seharusnya pihak pemerintah daerah melalui Disperindakop dapat mengawasi langsung saat dilakukan pembengunannya. “Tidak sedikit anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan tersebut dan tidak mudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Ia mengaku telah menanyakan kepada pemerintah daerah, bahkan menyampaikan aspirasi ke pihak penegak hukum yaitu Kejaksaan Cabang Negeri (Kacabjari) Tarempa. Namun hingga kini tidak pernah ditindaklanjuti. Menurutnya pihak pemerintah daerah harus cepat tanggap dengan apa yang terjadi dan yang menjadi keluhan masyarakat khususnya Desa Payalaman.”Kami tidak tahu prosedur hukum yang sebenarnya, namun jika ada arahan dan bimbingan tentu akan kami laksanakan dengan baik,”
ungkapnya.

Kepala Desa Payalaman, Sumardi, juga menjelaskan terkait hal tersebut. Dirinya mengaku sebelumnya sudah banyak mendapat laporan dari masyarakat secara lisan ke kantor desa. Ia pun sudah sering menyampaikan kepada pihak yang terkait, tetapi hingga kini belum di tanggapi dengan serius.

Ia mengakui bahwasanya masyarakat Desa Payalaman kecewa jika melihat kondisi bangunan itu. Harapan masyarakat sirna begitu saja ketika melihat bentuk bangunan yang condong. “Kami sangat butuh bangunan pasar yang baru untuk masyarakat, jika anggaran daerah tersedia,” paparnya.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar