BNNP Kepri Musnahkan 2.481 Butir Ekstasi

1303
Pesona Indonesia
Pasangan suami istri yang ditangkap petugas Bea Cukai di Pelabuhan Ferry Internasional Batam centre, Jumat (11/3/2016) pagi. Foto: eggy/batampos.co.id
Pasangan suami istri yang ditangkap petugas Bea Cukai di Pelabuhan Ferry Internasional Batam centre, Jumat (11/3/2016) pagi. Narkoba pasutri ini dimusnahkan BNNP Kepri, Kamis (7/4/2016). Foto: eggy/batampos.co.id

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memusnahkan 2.481 butir dari 2.688 butir ekstasi di kantor BNNP, Nongsa, Kamis (7/4/2016). Sisanya jadi barang bukti di persidangan dan untuk kebutuhan analias laboratorium.

Narkoba yang dimusnahkan hasil tangkapan petugas Bea dan Cukai di Pelabuhan International Batam Centre terhadap pasangan suami istri Anwar Tham In (50) dan Yulia (46) pada Jumat (11/3/2016) pukul 08.00 WIB.

Narkoba golongan 1 yang akan dibawa ke Medan itu disembunyikan pasutri ini dalam sepatu.

Baca Juga: Bawa 2.688 Butir Narkoba Malaysia, Pasutri Ditangkap BC di Pelabuhan Batam Centre

“Kedua tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo 132 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” ujar Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kepri AKBP Bubung, sebelum pemusnahan.

Kemudian pada 1 April 2016 lalu, petugas Bea Cukai Pelabuhan Ferry International Batam Centre juga menggagalkan penyelundupan sabu dari seorang pria berinisial R (28) yang menyembunyikan 3 paket sabu seberat 134 gram dalam anusnya–yang dikemas dalam kondom.

Di hari yang sama, petugas juga menangkap pria berinisial S (44) di sekitar Perumahan Kampung Nelayan Batam. Pria ini membawa dua paket sabu seberat 94 gram.

“Sebelumnya ada juga tangkapan pada 31 Maret 2016 dengan barang bukti sabu 57 gram yang dibawa pria berinisial A berusia 41 tahun,” ungkap Bubung.

Pemusnahan barang bukti tersebut disaksikan perwakilan Bea dan Cukai, Kejaksaan Negeri Batam, BPOM Kepri, Polda Kepri, Ketua Granat Kepri, dan jajaran BNNP lainnya.(bcoid)

Respon Anda?

komentar