Defisit Anggaran, Bukan Alasan Tunda Pembangunan

1789
Pesona Indonesia
Wagub Kepri, Nurdin Basirun membuka Musrenbang Karimun. Meski anggaran defisit, pembangunan harus berlangsung. foto:ist
Wagub Kepri, Nurdin Basirun membuka Musrenbang Karimun. Meski anggaran defisit, pembangunan harus berlangsung. foto:ist

batampos.co.id – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Karimun dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Nurdin Basirun, Rabu (6/4). Wagub meminta kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari ini, dapat menghasilkan proyeksi pembangunan yang mengedepankan kepentingan masyarakat banyak. Defisit anggaran, bukan alasan menunda pembangunan.

“Memang harus diakui, kondisi keuangan daerah sedang mengalami defisit. Tapi itu jangan dijadikan alasan untuk menunda pembangunan. Sebaliknya, pemangku jabatan di daerah harus lebih cerdas dalam mengelola keuangan untuk kepentingan pembangunan masyarakat,” ungkap Nurdin Basirun dalam sambutannya.

Apabila pemerintah mau bekerja keras, pembangunan diyakini akan terus berjalan. “Insya Allah pasti ada jalan keluar, jika kita benar-benar bekerja keras untuk pembangunan masyarakat,” kata mantan Bupati Karimun ini.

Sementara Bupati Karimun Aunur Rafiq menegaskan, produk yang dihasilkan dari kegiatan musrenbang sangat menentukan keberhasilan capaian sasaran program pembangunan yang telah diagendakan. Yang tentunya diselaraskan dengan kegiatan yang dilakukan pemerintah provinsi, kabupaten, maupun pusat.

“Untuk lima tahun ke depan, Pemerintah Kabupaten Karimun lebih menitikberatkan pada pembangunan infrastuktur wilayah, peningkatan SDM yang berkualitas, serta peningkatan ekonomi berbasis maritim,” bebernya.

Pada kesempatan ini, Rafiq juga menyampaikan program dan prioritas pembangunan tahun 2017. Dimana, kegiatan yang dilaksanakan lebih bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Yang tentunya akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Kabpaten Karimun.

“Di tengah badai krisis ini, tentunya kami pun sangat memerlukan dukungan pemerintah provinsi maupun pusat untuk dapat merealisasikan pembangunan di Kabupaten Karimun,” imbuh Rafiq.

Ada skala prioritas pembangunan yang sangat diharapkan sinergi dari provinsi dan pusat di Bumi Berazam yakni, peningkatan pembangunan pelabuhan kargo Parit Rempak. Kemudian pembangunan pelabuhan Malarko, kelanjutan pembangunan Bandara Raja Haji Abdullah, serta pembangunan pelabuhan penyeberangan skala kecil lintas pulau Karimun-Pulau Parit.

Yang tak kalah menjadi prioritas yakni pembangunan jembatan antarpulau, pembangunan Balai Latihan Kerja, serta pengembangan objek wisata di Pulau Buru.

“Dengan terealisasi skala prioritas pembangunan yang dilaksanakan, kami berharap Kabupaten Karimun dapat menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri selain Kota Batam,” ujarnya. (enl/bpos)

Respon Anda?

komentar