Dua WN Malaysia Ditangkap, Diduga Pelaku Perdagangan Manusia

854
Pesona Indonesia
Petugas mengamankan dua orang warga negara asing yang terlibat perdagangan mansuia (human traficking) di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (6/4). F.Yusnadi/Batam Pos
Petugas mengamankan dua orang warga negara asing yang terlibat perdagangan mansuia (human traficking) di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (6/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang dan Polsek Tanjungpinang Timur, Rabu (6/4), mengamankan tiga orang yang diduga pelaku perdagangan manusia antarnegara. Dua di antaranya warga Malaysia inisial M alias C dan suaminya yang belum diketahui identitasnya, serta H tekong TKI ilegal di Tanjungpinang.

Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan suami salah seorang TKW berinisial A yang telah dikirimkan ke negeri jiran tersebut oleh M dan H. Wanita tersebut diduga diperlakukan tidak baik di tempatnya bekerja.

Suami A mengaku istrinya disalurkan pelaku ke perusahaan penyalur TKI, perusahaan Gangga, Jalan Bunga Melati No 310 Johor Bahru, Malaysia.

Selanjutnya, perusahaan tersebut menjual TKI tersebut kepada salah seorang majikan dengan harga 7.500 dolar. Korban dapat kembali pulang ke Tanjungpinang, setelah melarikan diri dari rumah majikannya ke Konsulat Indonesia di Johor Bahru. Baru sampai di Tanjungpinang 1 April 2016.

Sesampainya di Tanjungpinang, korban dan suaminya melapor ke pihak polisi. Akhirnya, polisi mengamankan para pelaku saat hendak memberangkatkan TKI lain ke Malaysia.

Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Wahyu Norman Hidayat, didampingi Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Tanjungpinang Iptu Efendi, membenarkan, adanya penangkapan warga negara asing (WNA) pelaku perdagangan manusia. Namun, mereka belum bisa menjelaskan proses penanganan kasus itu karena masih dalam tahap pengembangan.

”Pelaku masih menjalani pemeriksaan,” ucap kedua perwira tersebut singkat.

Pantauan di Satreskrim Polres Tanjungpinang, selain memeriksa para pelaku. Pihak Kepolisian juga memeriksa korban A dan S yang sebelumnya mengaku pernah dikirim menggunakan paspor ke Malaysia.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar