Duh, Sopir Angkot di Daerah Ini Demo Tolak Penurunan Tarif

758
Pesona Indonesia
Ilustrasi angkutan umum antri menunggu penumpang. Foto:Yusnadi/Batam Pos
Ilustrasi angkutan umum antri menunggu penumpang. Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Para sopir angkot di kota Bengkulu menolak adanya penurunan tarif angkutan dalam kota sebesar 8 persen. Bahkan, mereka mendesak agar keputusan penetapan tarif tersebut dikaji ulang.

Pasalnya tarif turun hingga Rp 500 per penumpang baik umum maupun mahasiswa, dinilai terlalu tinggi. Untuk itu sopir berencana menggelar aksi demo ke Kantor Walikota dan DPRD. Selain itu juga mogok beroperasi.

Gani (37) sopir angkot hijau mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menurunkan tarif. Walaupun yang turun hanya umum dan mahasiswa. Sebab dengan kondisi ongkos tarif lama saja, para sopir banyak tidak mendapatkan keuntungan. Jika kembali diturunkan, maka akan banyak angkot berhenti operasi.

“Dampak penurunan harga BBM Rp 500 itu tidak seberapa. Terbukti semua spare part tidak ada yang turun. Tidak menutup kemungkinan kami akan mogok dan demo kalau masih akan diberlakukan penurunan yang tidak adil,” ujar Gani diamini sopir lainnya di Panorama kepada RB (Jawa Pos Group), Rabu (6/4).

Dikatakan Gani, saat ini pihaknya jangankan mencari keuntungan. Untuk setoran Rp 60 ribu per hari saja, sulit. Sehingga sering tidak mendapatkan upah. Kalaupun ada, hanya Rp 15-25 ribu per hari. Untuk itu pihaknya meminta agar besaran penurunan tarif dikaji ulang sebelum dituangkan di Surat Keputusan (SK) Walikota.

“Sepinya penumpang kini karena sudah banyaknya kendaraan pribadi baik motor dan mobil. Jadi kalaupun mau di turunkan tapi jangan disamakan dengan turunnya harga BBM. Sebab BBM juga masih diatas Rp 5.450 per liternya. Sedangkan dalam satu hari butuh BBM 30-40 liter,” terangnya.

Sementara Wakil Ketua I Organda Kota Bengkulu Tarmizi menegaskan bahwa penetapan penurunan tarif Rp 500 untuk angkot atau 8 persen dari tarif dasar lama itu sudah kesepakatan. Semua sopir dan mahasiswa dan pelajar termasuk penumpang umum sudah menyepakati.

Dimana untuk umum dari Rp 3500 turun menjadi Rp 3000. Lalu penumpang mahasiswa Rp 2500 turun menjadi Rp 2000 dan pelajar yang tetap Rp 1500. Usulan dari kesepakatan bersama Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Dishubkominfo) Kota sudah disampaikan ke Walikota.

“Tinggal lagi apakah dikeluarkan SK-nya atau masih dikaji ulang lagi. Intinya penurunan 8 persen itu sudah termasuk dalam pengkajian harga spare part dan biaya pemeliharaan kendaraan serta pendapatan para sopir itu sendiri,” pungkas Tarmizi.(JPG)

Respon Anda?

komentar