Ini Kata Polwan yang Dibentak oleh Siswi Cantik yang Mengaku Putri Irjen Arman Depari

2868
Pesona Indonesia
Sonya Depari saat memarahi Ipda Perida Panjaitan. FOTO: ist/medan bagus
Sonya Depari saat memarahi Ipda Perida Panjaitan. FOTO: ist/medan bagus

batampos.co.id -Tenang, sabar, dan selalu tersenyum. Itulan kesan pertama saat melihat polwan Ipda Perida Panjaitan, yang menghentikan mobil konvoi para siswi SMU di Medan, Rabu (6/4/2016).

Bahkan, Ipda Perida tetap bisa menahan amarah saat dibentak-bentak oleh salah satu siswi yang belakangan diketahui bernama Sonya Depari. Dia mengaku sebagai anak pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN) yang juga mantan Kapolda Kepri, Irjen Polisi Arman Depari.

Tak hanya itu, saat ditunjuk-tunjuk dan diancam akan dimutasi dan diturunkan pangkatnya, Ipda Perida tidak membalas. Malah telunjuknya ia dekatnya di bibirnya sembari memberi isyarat pada Sonya agar meredam emosinya.

“Jangan melihat polisi sesabar itu,” ujar seorang saksi mata.

Baca Juga: Ngaku Anak Mantan Kapolda Kepri, Siswi Cantik Ini Bentak-Bentak Polisi

Sehari setelah kejadian itu, Ipda Perida akirnya berkomentar kepada wartawan di Medan, Kamis (7/4/2016). Panit Patwal Polresta Medan ini menyebut, untuk menjalani tugas dirinya sudah siap dengan berbagai kondisi yang bakal ia hadapi. Tapi apapun tantanganya, ia tetap pada komitmen menegakan hukum atas pelanggaran lalu lintas.

“Ketemu anak seperti itu, ya kita senyum saja dan sabar menjalani tugas. Takut ya tidaklah, sudah biasa kami menghadapi hal seperti itu,” ujar Ipda Perida, sambil tersenyum.

Bahkan, Perida mengaku tak gentar sama sekali saat diancam akan diturunkan jabatan serta dimutasi ke daerah lain karena siswi mengaku anak kandung dari Irjen Arman Depari.

Ketenangan Polwan cantik ini tak terlepas dari pemahaman dia bahwa selagi menjalankan tugas dengan benar, tidak perlu takut dengan ancaman dari siapapun, termasuk dari orang-orang yang mengaku pejabat tinggi.

Penurunan pangkat atau mutasi seperti ancaman Sonya, tak semudah itu. Semua ada mekanisme dan aturannya. Iya juga memahami petinggi Polri jauh lebih bijak melihat persoalan. “Saya maklum saja,” ujarnya. (fir/sdf/jpgrup)

Respon Anda?

komentar