Lanal Ranai Minta Nelayan Menyerahkan Potasium, Syarat Moratorium Dicabut

Ilustrasi nelayan. foto:dok
Ilustrasi nelayan. foto:dok

batampos.co.id – Lanal Ranai melalui POS AL di Kecamatan meminta nelayan lokal menyerahkan potasium yang biasa digunakan membius ikan.

Menurut pihak Lanal Ranai, langkah tersebut untuk solusi agar pemerintah mencabut moratorium larangan masuknya kapal pengangkut ikan dari luar negeri ke daerah Natuna.

Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Arif Badrudin mengaku, sudah mengumpulkan nelayan di Sedanau sebagai langkah awal, dan akan dilanjutkan kepada nelayan di kecamatan lain, baik nelayan Subi, Serasan, Midai sekitarnya.

“Kemarin nelayan di Sedanau sudah dikumpulkan, memang ada belasan nelayan acungkan tangan punya potasium,” ungkap Danlanal kemarin.

Dikatakan Danlanal, Lanal meminta nelayan menyerahkan potasium ke POS AL setempat untuk dimusnahkan. Namun Lanal tetap akan mengganti rugi, supaya nelayan tidak rugi.

“Kami akan beli ketika nelayan menyerahkan seluruh potasium. Dan tentu, nelayan harus komitmen tidak lagi gunakan potasium, itu untuk menjamin lingkungan tidak rusak, kan hal ini yang dicemaskan pemerintah praktek bius ikan,” ujar Danlanal.

Arif mengatakan, Lanal Ranai siap menjamin kepada pemerintah khsususnya kementerian kelautan dan perikanan jika moratorium dicabut. Nelayan lokal tidak lagi gunakan potasium sabagai alat tangkap ikan budidaya.

Lanal kata Arif, akan mengawal setiap kapal dari luar masuk membeli ikan di Sedanau, sebagai jaminan tidak masuknya potasium, seperti yang dicurigai pemerintah.

“Saya sudah bertemu bu Menteri Susi, ini yang kami sampaikan, Lanal siap menjamin. Supaya keluhan nelayan ada solusinya, jangan ada lagi potasium,” ujar Arif. (arn/bpos)

Respon Anda?

komentar