Tenggat Waktu Pembayaran Tebusan 10 WNI Tinggal Sehari

773
Pesona Indonesia
Hendrik Sahabat, menunjukkan foto abang sepupunyan Peter Tonsen Barahama di rumahnya Perumahan Mukakuning Paradise Blok J8 Kelurahan Tempayan, Batuaji, Selasa (29/3). Peter Tonsen Barahama disandera bersama 9 rekan-rekannya. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Hendrik Sahabat, menunjukkan foto abang sepupunyan Peter Tonsen Barahama di rumahnya Perumahan Mukakuning Paradise Blok J8 Kelurahan Tempayan, Batuaji, Selasa (29/3). Peter Tonsen Barahama disandera bersama 9 rekan-rekannya. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tenggat waktu pembebasan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina tinggal sehari (8/4/2016). Namun sejauh ini belum ada kepastian dari pemerintah terkait pembebasan dan nasib para sandera itu.

Kondisi ini membuat keluarga besar salah satu sandera, Peter Tonsen Barahama, di Perumahan Villa Paradise Blok J/8 Batuaji, Batam, cemas. Pihak keluarga berharap agar perusahaan tempat Peter bekerja dan pemerintah segera mengambil langkah yang tepat untuk menyelamatkan Peter dan rekan-rekannya.

“Apapun yang dilakukan pemerintah kami percaya. Tapi tolong selamatkan saudara kami ini secepatnya karena katanya tanggal akhir permintaan tebusan tinggal dua hari lagi,” ujar Hendrik Sahabat, salah satu keluarga Peter, Rabu (6/4).

Sebelumnya, kelompok militan Abbu Sayyaf di Filipina menyandera Peter dan sembilan ABK tugboat Brahma 12 sejak tanggal 26 Maret lalu. Kemudian mereka tebusan sebesar Rp 15 miliar. Mereka meminta, tebusan itu dibayarkan paling lambat pada Jumat (8/4) besok.

Hendrik mengaku sudah mendengar kabar, bahwa PT Patria Maritime Lines tempat Peter bekerja akan menyanggupi pembayaran tebusan yang diminta penyandera. Namun kabar tersebut ia peroleh dari pemberitaan di media.

“Keluarga belum dapat penyampaian langsung dari perusahaan. Semoga saja benar seperti yang diberitakan itu,” harap Hendrik.

Seperti yang diketahui Peter merupakan nakhoda tugboat Brahma 12 yang menarik tongkang bermuatan batubara milik PT Patria Maritime Lines. Bersama sembilan anak buah kapal (ABK) nya, Peter berangkat dari Samarinda hendak ke Filipina sejak tanggal 15 Maret lalu. Namun di tengah perjalan di periaran Filipina, tugboat yang dinakhodai Peter dicegat kelompok radikal Abu Sayyaf. Peter dan sembilan ABK-nya diculik dan disandera.

Kelompok Abu Sayyaf memintah tebusan senilai Rp 15 miliar jika ingin Peter dan kawan-kawannya kembali dengan selamat.

Sselama ini, keluarga besar Peter hanya bisa berdoa dan berharap pada pemerintah. Sebab mereka mengaku tak memiliki uang sebanyak yang diminta penyandera untuk membebaskan Peter.

“Harapan kami hanya pemerintah,” tutur Hendrik.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pihak perusahaan akan menebus para sandera.

“Sekarang yang masih dikerjakan adalah dari perusahaan dengan yang menyandera, mereka (perusahaan) siap membayar itu,” tutur Menteri Luhut saat ditemui usai rapat koordinasi di Kantor Kemenpolhukam Jakarta.

Sedangkan dari pemerintah, ujarnya melanjutkan, hingga saat ini masih dilakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk mencari opsi terbaik demi membebaskan WNI yang disandera.

Dia mengisyaratkan, saat ini pihak TNI belum bisa menurunkan kekuatannya ke Filipina akibat adanya hambatan dalam konstitusi negara tersebut.

“Kita memahami itulah, yang paling mungkin kita lakukan sepertinya memberikan asistensi dari perwira pasukan khusus kita ke sana,” tuturnya menjelaskan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa telah diperoleh sejumlah opsi untuk membebaskan WNI tersebut.

“Saya diutus Presiden berkomunikasi dan sebagainya, komitmen pemerintah Filipina sangat jelas dalam rangka membantu pembebasan 10 WNI yang disandera, kita lakukan langkah koordinasi,” ujar Retno.

Sedangkan untuk opsi penyelamatan yang dibahas dalam rapat tersebut, Menteri Retno mengaku tidak bisa menyampaikannya dengan alasan menjaga keselamatan WNI yang disandera.

“Tetapi opsi kita kaji terus, rapat koordinasi ini untuk memilih atau mengelola opsi yang ada,” katanya.

Sedangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan terus membangun komunikasi dan mengikuti perkembangan 10 WNI yang disandera oleh kelompok yang mengaku Abu Sayyaf di Filipina itu.

“Masih komunikasi terus, masih komunikasi saya ikuti terus,” kata Presiden Jokowi setelah meresmikan dan meninjau Pelabuhan Tobelo di Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Rabu (6/4/2016).

Sebelumnya Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminta keluarga 10 WNI yang disandera gerombolan Abu Sayyaf di Filipina untuk mempercayakan pembebasan mereka kepada pemerintah.

Terkait upaya penyelamatan, pemerintah Indonesia masih belum mendapat izin menggelar operasi militer pembebasan sandera di Filipina. Pemerintah Filipina juga meminta pemerintah Indonesia mempercayakan persoalan ini kepada mereka. (eja/bp/jpgrup)

Baca Juga:
> Belum Dapat Izin Parlemen Filipina, Militer Indonesia Dilarang Masuk
> Perusahaan Siap Tebus Peter Cs, Warga Batam yang Disandera Abu Sayyaf
> 4 WN Malaysia yang Diculik Diduga Sudah di Markas Abu Sayyaf
> 4 Bulan Lalu, WN Malaysia Dipenggal Militan Abu Sayyaf
> Ini Nama 4 WN Malaysia yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal TG Massive 6 Dirompak, 4 WN Malaysia Disandera, 2 WNI Lolos
> Batas Pembayaran Tebusan Diperpanjang 8 April, 10 WNI yang Disandera Dipecah Dua
> Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapiā€¦
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar