Natuna, Penerima Penghargaan Raskin Award Ternyata masih Berutang Rp 800 Juta ke Bulog

730
Pesona Indonesia
Beras bulog.
Beras bulog.

batampos.co.id – Pada tahun 2016 ini Pemerintah Kabupaten Natuna tak hanya menghapus subdisi beras untuk masyarakat miskin. Juga masih menyisakan hutang subsidi raskin ke Bulog.

Kepala Kantor Seksi Logistik Ranai Ahmad mengatakan, Pemerintah Daerah Natuna belum melunasi penyaluran raskin triwulan 4, bulan Oktober, November dan Desember tahun 2015.

Ahmad merinci, hutang subsidi raskin pemeritah daerah terbagi dua. Yaitu subsidi untuk menggratiskan raskin APBN sebesar Rp 184 juta atau 23,085 ton beras. Ditambah hutang raskin daerah sebesar Rp 624 juta atau 63,105 ton beras.

“Sampai sekarang belum jelas kapan dibayar. Rencananya bulan Febuari, diundur bulan Maret, tapi sampai sekarang bulan April belum ada kejelasan,” ungkap Ahmad kemarin.

Dikatakan Ahmad, Bulog sudah mendukung program pemerintah daerah menggratiskan raskin dari APBN dan menambah RTS dalam raskin daerah. Bahkan tahun tahun 2014 lalu, Pemda Natuna menerima penghargaan raskin award dari pemerintah.

Kondisi saat ini sambung Ahmad, Bulog Ranai sudah membuat surat kepada pemerintah daerah, ditembuskan ke raskin tingkat pusat, karena dikawatirkan timbulnya indikasi kesalahan di Bulog Ranai.

“Kami harapkan hutang pemda bisa selesai bulan April ini,” kata Ahmad.

Dikatakan Ahmad, dalam kerjasama pemerintah daerah mengratiskan beras mayarakat miskin ini sudah tertuang dalam MoU kesapahaman antara Bulog pusat dan pemda Natuna. Tentu jika terjadi kerugian salah satu pihak atau tidak menepati perjanjian, permasalahannya akan diselesaikan di pengadilan negeri.

“Dalam MoU sudah tercantum semuanya. Jika tidak ada penyelesaian, maka kami ke jalur hukum,” ujar Ahmad.

Ditanya soal komunikasi dengan pemerintah daerah, Ahmad mengaku sudah kesulitan bertemu Bupati Natuna Ilyas Sabli.

“Sepertinya sudah main lempar jawabnya. Jadi sebenarnya hutang ini tanggung jawab siapa, Bupati sekarang atau Bupati terpilih,” ungkap Ahmad.

Seperti diketahui, pasca kalah pilkada 9 Desembe lalu, pemerintah kabupaten Natuna diibaratkan anak ayam kehilangan induk. Bupati Natuna Ilyas Sabli dan wakilnya Ilmalko tidak lagi kelihatan ngantor di meja kerjanya.

Bahkan berbagai kalangan pejabat di lingkungan kantor Bupati mengaku, Ilyas Sabli yang masih Bupati aktif tidak mengurus lagi tugas dan kewajibanya.

“Pak Bupati kayaknya sudah tak ada respon lagi soal pemerintahan, kami sulit berkonsultasi, beliau juga tak ngantor ,” ujar seorang pejabat Pemkab Natuna.

Sejak beberapa bulan terakhir, jika dilaksanakan rapat ataupun pertemuan dengan pejabat pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, selalu pejabat asisten yang mewakili Bupati dan wakil Bupati.

Sejak beberapa bulan terakhir, jika dilaksanakan rapat ataupun pertemuan dengan pejabat pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, selalu pejabat asisten yang mewakili Bupati dan wakil Bupati.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar