Pemadaman Bergilir Kembali Terjadi, Polisi Lakukan Pengamanan PLTD Buru

1276
Pesona Indonesia
Anggota Polsek Buru sedang membantu  melakukan pengamanan di PLTD Pulau Buru sejak pemadaman bergilir terjadi. foto:ist
Anggota Polsek Buru sedang membantu melakukan pengamanan di PLTD Pulau Buru sejak pemadaman bergilir terjadi. foto:ist

batampos.co.id – Polsek Buru kembali melakukan pengamanan di pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Pulau Buru. Hal ini disebabkan, dua mesin besar yang biasa digunakan untuk menyuplai daya ke pelanggan listrik di Pulau Buru mengalami kerusakan, sehingga menyebabkan terjadinya pemadaman bergilir sampai 7 jam.

”Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, maka kita menempatkan tiga orang polisi di PLTD. Karena saat ini terdapat kerusakan yang sangat parah terhadap dua unit mesin, akibatnya ada pemadaman bergilir. Dan, pengamanan ini akan dilakukan setiap hari, khususnya pada malam hari. Mengingat, listrik PLN di Buru tidak hidup 24 jam. Melainkan hanya hidup pada sore sampai pagi keesokan harinya saja, ” ujar Kapolsek Buru, Iptu M Jais, Rabu (6/4).

Dikatakan kapolsek, kemarin pihaknya bersama PLN Pulau Buru dan bersama pihak kecamatan kembali melaksanakan rapat untuk segera mengatasi pemadaman bergilir ini. Dari hasil rapat tersebut, memang PLN akan mendatangkan mesin yang akan sampai pada bulan ini.

Kepala PLN Pulau Buru Hendriadi Trianto secara terpisah membenarkan bahwa dalam beberapa hari ini telah dilakukan pemadaman bergiliran sampai dengan 7 jam per wilayah yang ada di Buru. ”Hal ini disebabkan tidak cukupnya daya untuk disuplai ke pelanggan. Pasalnya, dua unit mesin besar mengalami kerusakan yang cukup parah. Seperti, satu unit mesin besar harus menunggu alat dari Jakarta. Dan, satu lagi kalau diperbaiki membutuhkan waktu lama,” paparnya.

Akibatnya, lanjut Hendriadi, tinggal mesin-mesin kecil saja dengan kekuatan 400 Kw. Tentunya, tidak mencukupi untuk menghidupkan seluruh pelanggan PLN yang ada di Buru, meski hidupnya hanya sore hari sampai dengan setengah tujuh besok paginya. Untuk itu, kerusakan dua mesin besar ini sudah dilaporkan. Sehingga, akan ada datang satu mesin dari Pulau Kijang, Tembilahan, Provinsi Riau.

”Hanya saja, dari perusahaan yang akan mengangkut mesin tersebut ke PLTD Pulau Buru membutuhkan waktu selama 25 hari. Namun, kita tentu saja berharap mesin itu segera sampai dan kemudian bisa dilakukan koneksi dengan jaringan. Sehingga, dapat mengakhiri pemadaman bergiliran yang saat ini dilakukan. Karena, mesin yang akan dibawa dari Pulau Kijang itu kekuatannya 400 KW juga,” jelasnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar