Pengurusan Akte Kelahiran Bisa Sehari Saja di Bintan

662
Pesona Indonesia
Ilustrasi akte kelahiran
Ilustrasi akte kelahiran

batampos.co.id – Di masa kepemimpinan Apri Sujadi sebagai Bupati Bintan, permudahan urusan birokrasi jadi prioritas di awal-awal masa kerjanya. Semisal, perbaikan pelayanan pengurusan penerbitan akte kelahiran. Yang paling mutakhir, dengan segala tenaga kerja dan pembaharuan teknologi, Apri menuturkan, pengurusan akte kelahiran bisa sehari saja.

“Daftar pagi, sore sudah bisa diambil. Kalau berkasnya masuk siang, yang baru besok. Usahakan daftar sebelum jam 12 siang,” ucap Apri, Rabu (6/4).

Untuk mewujudkan perbaikan pelayanan ini, kemarin juga dilaksanakan petugas khusus di tingkat kecamatan yang bakal mengurus penerbitan akte kelahiran. Dengan begitu diharapkan Apri sudah tidak ada lagi ke depannya mengenai keterbatasan sumber daya manusia untuk mengurusi percepatan pengurusan akte kelahiran ini.

Ada target besar yang dicanangkan Apri. Menurutnya, bila proses penerbitan akte kelahiran di tingkat kecamatan sudah berlangsung maksimal, dirinya menginginkan nantinya urusan ini bisa dilakukan di tingkat klinik bersalin, puskesmas, maupun rumah sakit. “Tapi tunggu perbaikan di tingkat kecamatan ini berlangsung maksimal,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Data Disdukcapil Bintan, Bambang menambahkan, proses pengajuan akte kelahiran di tingkat kecamatan, memiliki persyaratan yang tidak berbeda dengan proses yang berlaku sebelumnya di tingkat Disdukcapil Bintan. “Semisal, surat kelahiran dari bidan yang asli, KTP dan KK orang tua, surat nikah, fotokopi KTP dua orang saksi,” sebutnya.

Kecamatan Bintan Timur menjadi kantor percontohan pelaksanaan pengurusan akte kelahiran cepat ini. Camat Bintan Timur, Hasan menjelaskan, kantornya sudah siap melaksanakan program ini. Termasuk juga perangkat keras dan lunak yang tersambung langsung dengan bank data di Disdukcapil Bintan.

Menurut Hasan, yang sangat vital dari pelaksanaan program ini adalah ketersediaan listrik yang memadai di masing-masing kantor kecamatan. “Karena tidak semua kantor kecamatan punya genset bila suatu ketika listrik mati, ini yang harus diantisipasi,” pungkasnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar