Saat Pesta Narkoba, Anggota DPRD Labuhanbatu Ditangkap

5072
Pesona Indonesia
Suparji (pakai kutang), anggota DPRD Labuhan Batu, yang tertangkap nyabu, diamankan bersama 6 temannya di Polsek Bilah Hilir, Rantauprapat, Selasa (5/4) malam. Foto: Joko/Metro Asahan
Suparji (pakai kutang), anggota DPRD Labuhan Batu, yang tertangkap nyabu, diamankan bersama 6 temannya di Polsek Bilah Hilir, Rantauprapat, Selasa (5/4) malam. Foto: Joko/Metro Asahan

batampos.co.id, RANTAUPRAPAT – Aparat Polsek Bilah Hilir menangkap Suparji (40), oknum anggota DPRD Labuhan saat sedang menggelar pesta narkoba. Politikus PDI Perjuangan itu diringkus bersama 6 rekannya, selasa (5/4) malam.

Selain wakil rakyat dari PDI Perjuangan periode 2014-2019 yang kini duduk di Komisi D di DPRD itu, personel Polsek Bilah Hilir bekerjasama dengan Polsub Sektor Pangkatan, juga mengamankan oknum Ketua PAC Pemuda Pancasila, Kecamatan Pangkatan, Edi Trulin Bangun (42) warga Dusun III, Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan. Sang bandar sabu, Habibi Putra Sembiring (31) warga Dusun Sidodadi B, Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan juga ikut dibekuk.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie yang dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba, AKP Mara Junjung Siregar mengatakan, selain ketiganya, empat tersangka lain yang diamankan masing-masing Muraidi (41) warga Dusun Pangkatan X, Desa Kampung Padang Kecamatan Pangkatan, Suprapto (50) warga Desa Perkebunan Pangkatan, Kecamatan Pangkatan.

Selanjutnya, Hendrik (41) warga Dusun Sidodadi C, Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, serta Rustam Efendi Ritonga (40) warga Dusun Sidodadi C, Desa Kampung Padang Kecamatan Pangkatan. Menurut AKP Junjung, ketujuh tersangka dibekuk saat sedang asik pesta sabu di perumahan Mes Kontraktor Kebun Pangkatan Indonesia, Desa Perkebunan Pangkatan.

Saat penggerebekan itu, polisi mendapati barang bukti berupa delapan bungkus plastik klip berisi sabu-sabu, tujuh bungkus plastik klip kosong, satu buah timbangan elektrik, satu buah alat hisap sabu/bong. Selanjutnya, tiga buah mancis, satu unit handphone merek Nokia warna putih, satu buah skop terbuat dari pipet serta satu buah pembersih kaca dari korek kuping.

Dijelaskannya, modus operandi bandar sabu-sabu tersebut dalam penjualan narkotika selalu menunggu pembeli di kediamannya. Jika disepakati, juga dapat diantarkan dimana pembeli memintanya.

Sampai saat ini ketujuh tersangka masih berada di Mapolsek Bilah Hilir guna menjalani proses penyelidikan dan pengembangan untuk segera dilimpahkan ke Satnarkoba Polres Labuhanbatu. Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Dahlan Bukhari hingga kini belum dapat dikonfirmasi karena handphone-nya tak kunjung aktif.

Menurut informasi, sebagian anggota DPRD tengah konsultasi ke Jakarta, termasuk Dahlan Bukhari.

Ketua Badan Kehormatan DPRD, Eka Purnama Sari maupun Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Labuhanbatu, H Pangonal Harahap, juga belum dapat dimintai tanggapannya. Sedangkan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Parsono saat dihubungi mengaku sama sekali tidak mendapatkan kabar jika seorang anggotanya tengah terlibat permasalahan narkotika.

“Waduh, kapan tertangkapnya, saya baru tahu ini loh, sayapun terkejut ini mendengarnya. Coba saya cari informasi dululah ya, nanti baru saya telepon lagi,” ujarnya.

GEDUNG DPRD GEGER
Info penangkapan Suparji yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, Kecamatan Bilah Hulu dan Pangkatan itu sontak menggemparkan lingkungan gedung DPRD Labuhanbatu.Apalagi, sejumlah pegawai di lingkungan sekretariat telah mendapat kabar itu dari pagi, bahkan hampir semua staf mengaku sudah menerima informasinya.

“Kami sejak pagi sudah dapat kabarnya, tetapi masih ragu tentang kebenarannya,” aku sejumlah staf yang ditemui sekitar pukul 15.00 WIB. Jika melihat latarbelakang kepribadian Suparji, mereka hampir tidak percaya akan melakukan hal seperti itu.

“Wajahnya kan kayaknya lugu, enggak nyangkalah memang,” sebut mereka lagi. Sejumlah pegawai yang ditemui di ruang Sekretariat DPRD, hampir keseluruhan mengaku sudah menerima kabar tersebut. “Kayaknya sudah semua tahu itu. Padahal pendiam dia loh,” aku staf yang minta namanya dirahasiakan itu. (cr-1/deo/sumutpos/fuz/bpos)

Respon Anda?

komentar