Sekda Tersangka, Pemuda Anambas Gelar Tabur Bunga

919
Pesona Indonesia
Pemuda Anambas tabur bunga setelah Sekda Anambas ditetapkan sebagai tersangka. foto:istimewa
Pemuda Anambas tabur bunga setelah Sekda Anambas ditetapkan sebagai tersangka. foto:istimewa

batampos.co.id – Sejumlah pemuda menggelar aksi tabur bunga di Pelabuhan Tarempa, Rabu (6/4) sekitar pukul 08:00 WIB. Tabur bunga yang dilaksanakan kurang lebih berlangsung tak kurang dari lima menit itu, merupakan syukuran atau buang sial atas ditetapkannya Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Radja Tjelak Nur Djalal sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Mess Pemda di Sungai jang Tanjungpinang yang memakan dana senilai Rp5 milliyar pada tahun 2010 lalu. Hal ini sempat menyita perhatian publik. Banyak warga yang menyaksikan hal ini.

Mus, salah seorang pemuda yang melakukan aksi tabur bunga itu mengatakan, aksi yang dilakukan itu sebagai wujud buang sial untuk kepemimpinan Anambas kedepan agar lebih baik. Ia pun menjawab diplomatis ketika disinggung mengenai aksi tabutr bunga ini dengan ditetapkannya Radja Tjelak sebagai tersangka.

“Aksi ini lebih kepada harapan agar Anambas lebih baik kedepannya. Selama ini, yang kami dengar dan dapat informasi, begitu banyak permasalahan yang harus diselesaikan oleh aparatur pemerintahan,” ujarnya Rabu (6/4).

Ia menambahkan, tidak hanya kasus dugaan tipikor yang menjerat beberapa oknum pejabat di Anambas, sejumlah persoalan lainnya seperti pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dan persoalan pembangunan menjadi hal lain yang harus diselesaikan oleh Pemerintahan Anambas
kedepan.

“Hari ini kami juga mengapresiasi aparat penegak hukum dalam mengungkap sejumlah kasus yang berkaitan dengan Anambas,” ungkapnya.

Dipihak lain, Asisten III Sekretariat Daerah kabupaten kepulauan Anambas Augus Raja Unggul, mengatakan bahwasanya meski Sekda Anambas Radja Tjelak Nur Djalal telah ditetapkan sebagai tersangka namun roda pemerintahan masih berjalan normal seperti biasa.

“Pak Sekda masih bisa kerja karena baru jadi tersangka, jadi belum ada masalah, mungkin kalau sudah ditahan baru akan terjadi kendala di lapangan,” ungkap Augus Raja Unggul kepada wartawan Rabu (6/4) siang.

Diakuinya dengan ditetapkan Sekda menjadi tersangka kata Augus, maka ada dampak tersendiri seperti adanya indikasi pegawai yang menolak untuk diberikan tanggungjawab kerja lantaran takut terjerat masalah hukum. “Ada pegawai yang sama sekali tidak mau diberi jabatan karena¬†takut konsekuensinya,” ungkapnya singkat. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar