Tarif Transportasi di Kepri Baru Diputuskan Jumat, Lambat Ya…!

610
Pesona Indonesia
Angkutan laut rute Batam-Tanjungpinang-Batam. Tarif transportasi di Kepri baru akan diputuskan Jumat ini. Foto: adly barahanani/tanjungpinangpos
Angkutan laut rute Batam-Tanjungpinang-Batam. Tarif transportasi di Kepri baru akan diputuskan Jumat ini. Foto: adly barahanani/tanjungpinangpos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri akan merampungkan pembahasan tarif transportasi darat dan laut pada Jumat (8/4) mendatang. Keputusan tersebut nantinya mulai berlaku, apabila sudah diteken Gubernur Kepri, Muhamamd Sani sebagai Kepala Daerah.

“Kami sudah mendapatkan arahan dari Bapak Gubernur. Pembahasan akan dilakukan pada Jumat (8/4) baik tarif transportasi darat maupun laut,” ujar Kepala Bidang Perhubugan Laut Dishub Kepri, Aziz Kasim Djou, Rabu (6/4) di Tanjungpinang.

Ditegaskannya, tarif baru akan diberlakukan apabila sudah diteken oleh Bapak Gubernur. Terkait persiapa rapat katanya, baik pihaknya maupun operator dan perwakilan masyarakat sudah siap untuk menggelar rapat. Diungkapkannya, jika biasa pembahasan tarif laut dan darat dibedakan, pada pembahasan kali ini akan diupayakan selesai dalam satu hari.

“Kalau bisa kita upayakan selesai dalam satu hari. Sehingga bisa segera diserahkan kepada Bapak Gubernur hasilnya. Dan bisa dipelajari sebelum diteken sebagai Surat Keputusan (SK),” jelas Aziz.

Rahmat Nor, calon penumpang tujuan Telaga Punggur, Batam di Pelabuhan Sri Bintan Pura ketika dimintai tanggapannya mengatakan, Dishub Kepri kurang tanggap dalam menyikapi kebijakan pusat mengenai penurunan tarif. Menurutnya, begitu ada keputusan dari Presiden tentang penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), harus disambut dengan pembahasan penurunan tarif di daerah.

“Kalau kita sebagai masyarakat tentu berharap cepat diputuskan. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Apalagi akan memberikan pengaruhi pada kegiatan ekonomi masyarakat, terutama dalam hal transportasi barang,” ujar Rahmat Nor.

Masih kata Rahmat, apa yang diharapkan dirinya sebagai pengguna jasa transportasi adalah pelayanan yang prima. Ditegaskannya, meskipun pemerintah menurunkan tarif angkutan, pihak operator tetap memberikan pelayanan yang maksimal. Jangan sampai tarif transportasi turun, kualitas pelayanan juga berubah.

“Kualitas pelayanan harus diutamakan. Karena itu menjadi penilaian tersendiri bagi penumpang. Jangan berpikir hanya mencari keuntungan, tetapi mengabaikan pelayanan,” cetusnya.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar