UN sudah Usai, Empat Pelajar Harus Ikut Ujian Susulan

1081
Pesona Indonesia
Ujian nasional berbasis komputer atau ujian online di SMK Yaspika Karimun. foto:tri haryono/batampos
Ujian nasional berbasis komputer atau ujian online di SMK Yaspika Karimun. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Karimun mencatat, selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hanya 4 pelajar yang tidak mengikuti semua UN, mulai hari pertama hingga hari terakhir. Pada ujian terakhir, Rabu (6/4), dua pelajar yang berasal dari SMA I Kundur dan SMA I Karimun tidak ikut UN dikarenakan sakit.

”Hingga hari terakhir pelaksanaan UN, berjalan lancar tidak ada kendala apapun. Termasuk yang
mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Yaspika, SMK Widya Sasana serta di Pulau Kundur SMK Budi Mulia Kundur,” jelas Sekretaris Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim, saat dikonfirmasi di Tanjungbalai Karimun.

Hari ini, terakhir bagi peserta UNBK dengan mata pelajaran teori kejuruan. Sedangkan yang ikut paket C sebanyak 196 orang, termasuk warna binaan yang ada di Rutan Klas II Tanjungbalai Karimun. Dengan jumlah sekolah tingkat SMA/Sederajat 32 sekolah termasuk swasta, diantaranya SMA 17 sekolah, MA 5 sekolah, SMK 8 sekolah, SLB 2 sekolah.

”Pelaksanaan UNBK dari tiga sekolah yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Karimun, juga tidak ada kendala baik itu listrik maupun internetnya. Sehingga, para peserta UNBK tidak ada kendala dalam mengisi lembar jawaban secara online,” ungkapnya.

Sedangkan ujian susulan, lanjut Bakri, akan dilaksanakan pada hari Senin (11/4) mendatang selama 4 hari dengan mata pelajaran yang sama. Dengan demikian, secara umum pelaksanaan UN maupun UNBK di Kabupaten Karimun sesuai dengan jadwal, artinya baik peserta UN maupun naskah tidak ada masalah.

”Mudah-mudahan lulus semualah. Dan berharap ada pelajar yang nilainya tertinggi di Kepri nantinya,” ucapnya.

Sementara Kepala Sekolah SMK Yaspika Karimun Raja Umar Sum mengatakan, semua anak didiknya yang ikut UNBK tidak ada kendala saat menjawab soal secara online. Walaupun pada hari pertama, agak gerogi namun itu hanya beberapa menit saja. Setelah petugas pengawas memberikan arahan, sistem pengisian lembar jawaban di komputer.

”Syukurlah, mereka dapat mengisi jawaban di komputer. Maklum, ini tahun pertama pelaksanaan UN secara online,” singkatnya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar