Longsor, Warga Minta Dibangunkan Talud di Sungai Rupit

548
Pesona Indonesia

batampos.co.id MURATARA – ‎Warga di Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara mencemaskan derasnya aliran Sungai Rupit saat musim penghujan, karena  mengakibatkan pengikisan tanah di sekitar wilayah pemukiman. Warga setempat menginginkan adanya pembangunan talud di sepanjang aliran sungai ini, sehingga dapat mengurangi pengikisan tanah oleh aliran sungai.

Menurut Bahtiar (41), warga Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit,  rumah warga yang berada di sepanjang aliran sungai terancam terkikis akibat abrasi sungai. Menurutnya, pada 2016 ini pengikisan tanah sudah mulai terjadi sehingga mengakibatkan longsor di sejumlah pemukiman warga.

“Sudah satu meter tanah itu tergerus banyu sungai, nah idak tahu kalu banjir lagi kalu abis rumah aku nganyut di bawak banjir,” kata Bahtiar seperti dilansir Sumeks.co, Kamis (7/4).

Ditambahkan,  sekitar lima tahun lalu, jarak pemukiman warga dengan aliran sungai sekitar 6 meter dari bibir sungai. Lantaran, sering terjadi longsor, warga semakin cemas dan meminta perhatian khusus dari pemkab. Dia berharap, pihak pemerintah segera membuat talud sebagai penahan arus. Sehingga longsor yang sering terjadi di sekitar pemukiman mereka dapat diatasi.

“Kalau biso dibuat talud Pak, kami jugo di sini terpakso buat dewek talud tapi dananyo terlalu besak jadi warga idak sanggup,” ujarnya. (cj13/fuz/bpos)

Respon Anda?

komentar