Batas Tebusan Sandera Berakhir Hari Ini, Retno: 10 WNI Masih Hidup

1023
Pesona Indonesia
Menlu RI Retno Marsudi. Foto: reuters
Menlu RI Retno Marsudi. Foto: reuters

batampos.co.id – Hari ini, Jumat 8 April 2016 adalah hari yang paling mendebarkan bagi keluarga 10 WNI yang disandera militan Abu Sayyaf di Filipina.

Betapa tidak, hari ini batas waktu terakhir yang diberikan militan tersebut kepada pihak perusahaan untuk membayar sekitar Rp 15 miliar.

Jika sampai petang nanti tidak ada juga pembayaran tebusan, entah apa yang akan dilakukan oleh militan tersebut terhadap para sandera.

Baca Juga: Sandera Abu Sayyaf: 10 WNI, 1 Italia, 1 Belanda, 2 Kanada, 1 Norwegia, 3 bakal Dieksekusi Hari Ini

Apakah hari ini akan ada pembayaran tebusan tersebut? Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pemerintah terus menjalin komunikasi dengan otoritas Filipina.

’’Berdasarkan informasi yang saya peroleh, semua pergerakan is well monitored (terpantau dengan baik),’’ ujar Retno di kantor Setneg, Kamis (7/4/2016).

Retno memastikan, pemerintah tidak akan menyerah untuk bisa membebaskan seluruh sandera.

’’Kita juga mendapatkan informasi bahwa ke-10 ABK tersebut masih dalam keadaan baik,’’ lanjutnya. Meski demikian, Retno menolak menyebutkan sumber-sumber informasi mengenai WNI tersebut.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan, pemerintah tetap mendorong agar negosiasi menjadi cara prioritas dalam membebaskan sandera. Dia masih meyakini negosiasi bisa terus berjalan. ’’Nego kan masih bisa mundur-mundur,’’ ucapnya.

Sebaliknya, lanjut dia, penggunaan operasi militer terlalu berisiko. Sebab, nantinya akan ada yang tewas. ’’Kalau yang mati itu terorisnya, nggak ada masalah. Kalau rakyat kita yang mati, kan disayangkan,’’ lanjutnya. Terlebih lagi, lokasi penyanderaan berada di bawah otoritas Filipina.

Pihaknya mendapatkan informasi bahwa pemerintah Filipina juga sudah menyiagakan pasukannya sendiri. Hingga saat ini pun belum ada permintaan bantuan ke Indonesia.

Kendati belum ada permintaan bantuan, namun TNI sudah siap setiap saat untuk masuk ke Filipina bila memang diperlukan. Namun, tentu ada aturan yang harus dipatuhi karena berkaitan dnegan kedaulatan sebuah negara.

Disinggung mengenai kemungkinan membayar tebusan, Menhan kembali menegaskan bahwa negara tidak boleh membayarnya. Negara tidak bisa ditekan-tekan oleh siapapun.

Apakah itu berarti perusahaan yang akan membayar, dia menyatakan tidak tahu. ’’Yang jelas bukan negara,’’ tambahnya.

Sebelumnya pihak perusahaan bersedia membayar tebusan untuk menyelamatkan nyawa 10 karyawannya tersebut. (byu/agm/jpgrup)

Baca Juga:
> Perusahaan Siap Tebus Peter Cs, Warga Batam yang Disandera Abu Sayyaf
> 4 WN Malaysia yang Diculik Diduga Sudah di Markas Abu Sayyaf
> 4 Bulan Lalu, WN Malaysia Dipenggal Militan Abu Sayyaf
> Ini Nama 4 WN Malaysia yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal TG Massive 6 Dirompak, 4 WN Malaysia Disandera, 2 WNI Lolos
> Batas Pembayaran Tebusan Diperpanjang 8 April, 10 WNI yang Disandera Dipecah Dua
> Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapi…
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar