Bukan Hanya Manusia, Ternyata Robot Pun Bisa Dipecat

1242
Pesona Indonesia
(foto: AFP)
(foto: AFP)

batampos.co.id – Pemecatan ternyata bukan hanya bisa dialami oleh manusia. Di Guangzhou, Tiongkok, robot pun bisa mengalami nasib serupa.

Beberapa restoran di Guangzhou mengalami sial setelah menggunakan pegawai robot. Selain membutuhkan biaya besar, robot pelayan tersebut pun tidak mampu bekerja secara maksimal layaknya pegawai manusia.

Akhirnya para pemilik restoran pun menjatuhkan vonis pemecatan. Tahun lalu ada tiga restoran yang menggunakan robot humanoid sebagai pegawai untuk menarik pelanggan.

Pada awalnya, tujuan tersebut memang sukses. Namun, dua restoran kemudian tutup. Satu yang tersisa, yaitu Restoran Heweilai, baru-baru ini ’’memecat” pegawai robotnya.

Salah satu alasan yang mendasari pemecatan tersebut adalah kerugian yang terus-menerus diderita pemilik restoran. Bayangkan saja, untuk mempekerjakan robot tersebut, dibutuhkan biaya 50 ribu yuan atau setara dengan Rp 102,3 juta.

Itu pun penyewa robot masih harus mengeluarkan uang lagi beberapa ratus yuan per bulan untuk perbaikan dan biaya listrik. Jumlah tersebut tentu cukup besar jika dibandingkan dengan mempekerjakan pegawai biasa.

Dengan biaya sebesar itu, ternyata robot yang dipekerjakan tersebut tidak cukup kompeten. Si robot tidak bisa membawa makanan dengan stabil dan kerap memecahkan makanan yang dipesan pelanggan.

Karena alasan yang sama pula, robot tersebut tidak bisa membawa pesanan berupa sup maupun menuangkan minuman. Tentu saja, hal itu membuat rekan-rekan kerjanya yang manusia mengajukan komplain. Sebab, mereka harus membereskan kelalaian si robot tersebut.
(jpnn/sam)

Respon Anda?

komentar