BUP Karimun Berbenah, Bangun Landing Craft Tongkang

612
Pesona Indonesia
Plt Dirjen Hubla Umar Aris (tengah) saat meninjau Pelabuhan Parit Rempak. foto:istimewa
Plt Dirjen Hubla Umar Aris (tengah) saat meninjau Pelabuhan Parit Rempak. foto:istimewa

batampos.co.id – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Karimun, mulai melakukan pembenahan di pelabuhan roro Parit Rampak yang berlokasi di wilayah Free Trade Zone (FTZ). Salah satunya pembangunan landing craft tongkang, untuk meningkatkan pelayanan terhadap perusahaan yang bergerak di bidang kemaritiman.

”Pembangunan landing craft tongkang sangat menjanjikan, mengingat aktivitas bongkar muat barang dari wilayah FTZ terus meningkat setiap tahunnya. Sedangkan, fasilitas bongkar muat yang menggunakan landing craft tongkang kurang,” kata Dirut BUP Karimun Indrawan Susanto, Kamis (7/4) kemarin.

Saat ini, pihak BUP sedang mempersiapkan segalanya seperti anggaran maupun lokasi titik mana yang akan dibangun. Sehingga, setelah beroperasi nantinya akan meningkatkan kontribusi kepada Pemda Karimun dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain keberadaan 2 gudang tertutup dan satu gudang terbuka, sudah mulai dimaksimalkan. Artinya, kedua gudang tertutup tersebut saat sekarang sudah ada yang sewa untuk penyimpanan beras oleh Bulog, dan semen. Sedangkan, gudang terbuka nantinya akan disulap menjadi gudang tertutup.

”Jadi ketiga gudang tersebut, sudah dapat dimanfaatkan bagi perusahaan yang ada di wilayah FTZ ini. Ya, pelan-pelanlah kita benahi semuanya. Sebab, pelabuhan lainnya juga ditata kembali. Pokoknya, sejalan semuanya pelabuhan dimaksimalkan,” ungkapnya.

Keoptimisannya lanjut Santo, didukung dengan telah beroperasinya 6 service area untuk lokal yaitu pelabuhan Tanjungbalai Karimun domestik, pelabuhan Tanjung Makom, pelabuhan Sri Tanjung Gelam, pelabuhan Tanjung Berlian, pelabuhan Sri Mandah, dan pelabuhan Parit Rampak.

”Sejalan pembenahan di pelabuhan Parit Rampak, kita juga sedang mempersiapkan pelabuhan kargo Hang Lukut di Moro. Yang tidak lama lagi akan beroperasi,” bebernya.

Sementara untuk pelabuhan Sri Tanjung Gelam atau pelabuhan KPK, akan dilengkapi dengan bayern gate (pintu masuk otomatis). Dan berbagai fasilitas lainnya, namun pengerjaannya secara bertahap.

”Insya Allah, setiap tahunnya pasti ada perubahan di setiap pelabuhan yang kita kelola,” janjinya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar