Dua Pelaku Perampokan di Kapal SV Posh Viking Ditangkap TNI AL

1660
Pesona Indonesia
Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan bersama Tim WFQR. Tim ini bertugaas menumpas perampokan atau kejatahan di laut. foto :istimewa
Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan bersama Tim WFQR. Tim ini bertugaas menumpas perampokan atau kejahatan di laut. foto :istimewa

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang berhasil membekuk pelaku tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan atau perampokan di kapal asing SV Posh Viking yang berlayar dari Australia menuju Singapura, Rabu (6/4).

Setelah mendapat laporan dan kerja sama informasi keamanan wilayah Selat Malaka antara Koarmabar dengan pihak MSTF/RSN Singapura dan Puskodal WFQR Lantamal IV, bahwa telah terjadi tindak kejahatan pencurian dan kekerasan terhadap kapal SV Posh Viking, tim WFQR yang telah tersebar di beberapa tempat mendapat perintah langsung dari Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan, bergerak cepat untuk melaksanakan perburuan pelaku kejahatan yang telah teridentifikasi.

Danlantamal IV memberi target waktu kepada Tim WFQR Lantamal IV agar secepatnya menangkap pelaku sehingga pelaku tidak melarikan diri keluar pulau Batam. Dengan kerja sama dan koordinasi, akhirnya kurang dari 24 jam, 2 orang pelaku pencurian dengan kekerasan berhasil ditangkap oleh Tim WFQR Lantamal IV. Hingga saat ini dua orang pelaku yang berinisial RS (19) dan BI (27) yang beralamat di Kampung Agas Tanjung Uma, Batam, sedang dalam proses penyidikan dan pengembangan oleh Tim WFQR Lantamal IV.

Sementara barang bukti berupa satu unit Pompong tanpa nama dengan mesin Dompeng 24 PK yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya serta Damprah kapal berwarna orange yang berukuran besar yang merupakan barang hasil tindak kejahatan serta barang bukti lain telah diaman oleh tim WFQR Lantamal IV di Tanjung Uma, Batam.

Laksamana Pertama TNI S. Irawan mengatakan pihaknya tidak pernah mentolelir dan akan terus menumpas segala bentuk kejahatan di laut Kepri sebagai wilayah kerja yang menjadi tanggung jawab Lantamal IV. Sebab sekecil apapun kejahatan yang terjadi di wilayah perairan khususnya Selat Malaka dan sekitarnya apabila dibiarkan maka nama Indonesia dimata dunia internasional akan menjadi jelek.

“Karena dinilai tidak bisa mengamankan dan memberikan jaminan keamanan terhadap kapal-kapal yang melewati perairan Selat Malaka, sehingga Indonesia akan dikomplain oleh dunia Internasional melalui IMO (Internasional Maritime Organization) yang merupakan salah satu Badan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani masalah-masalah kemaritiman, ” jelasnya.(ash/bpos)

Respon Anda?

komentar