Inflasi di Batam 0,26 Persen, Tanjungpinang 0,29 Persen

1088
Pesona Indonesia
 Kepala BPS Kepri, Dumangar Hutahuruk menyebutkan 18 kota di Sumatera mengalami inflasi, termasuk Batam dan Tanjungpinang. foto:faradilla/batampos
Kepala BPS Kepri, Dumangar Hutahuruk menyebutkan 18 kota di Sumatera mengalami inflasi, termasuk Batam dan Tanjungpinang. foto:faradilla/batampos

batampos.co.id – Setidaknya ada 18 kota di wilayah Sumatera dan sekitarnya mengalami inflasi. Termasuk juga Batam dan Tanjungpinang, dua kota besar di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat telah terjadi inflasi di dua kota tersebut pada Maret 2016 kemarin.

“Angkanya belum sampai satu persen. Untuk Kota Batam angka inflasinya sebesar 0,26 persen dan Kota Tanjungpinang sebesar 0,29 persen,” tutur Kepala BPS Kepri, Dumangar Hutahuruk, kemarin.

Sementara dari 18 Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera, sambungnya, inflasi paling tinggi terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 1,18 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Bengkulu sebesar 0,04 persen.

Setidaknya ada enam kelompok pengeluaran yang menyebabkan kenaikan IHK di dua kota di Provinsi Kepri Ini. Yakni, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,09 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13 persen.

Lalu kelompok sandang sebesar 0,42 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen. Ada pun kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,07 persen. Sementara kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,12 persen.

Lebih lanjut Dumangar menjelaskan, penurunan indeks gabungan kelompok kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan merupakan akibat turunnya indeks subkelompok transpor sebesar 0,18 persen, serta indeks sarana dan penunjang transport yaitu naik 0,01 persen. Sedangkan jasa keuangan dan subkelompok komunikasi dan pengiriman tidak mengalami penurunan maupun kenaikan yang berarti. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar