Jika Diperlukan, TNI Siap Diberangkatkan ke Filipina

883
Pesona Indonesia
(foto: dok. jpnn)
(foto: dok. jpnn)

batampos.co.id – Tenggat waktu pembayaran tebusan bagi para WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina berakhir hari ini.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan, pemerintah tetap mendorong agar negosiasi menjadi cara prioritas dalam membebaskan sandera.

Dia masih meyakini negosiasi bisa terus berjalan. ’’Nego kan masih bisa mundur-mundur,’’ ucapnya, kemarin.

Sebaliknya, lanjut dia, penggunaan operasi militer terlalu berisiko. Sebab, nantinya akan ada yang tewas.

’’Kalau yang mati itu terorisnya, nggak ada masalah. Kalau rakyat kita yang mati, kan disayangkan,’’ lanjutnya. Terlebih lagi, lokasi penyanderaan berada di bawah otoritas Filipina.

Pihaknya mendapatkan informasi bahwa pemerintah Filipina juga sudah menyiagakan pasukannya sendiri. Hingga saat ini pun belum ada permintaan bantuan ke Indonesia.

TNI sudah siap setiap saat untuk masuk ke Filipina bila memang diperlukan. Namun, tentu ada aturan yang harus dipatuhi karena berkaitan dnegan kedaulatan sebuah negara.

Disinggung mengenai kemungkinan membayar tebusan, Menhan kembali menegaskan bahwa negara tidak boleh membayarnya. Negara tidak bisa ditekan-tekan oleh siapapun.

Apakah itu berarti perusahaan yang akan membayar, dia menyatakan tidak tahu. ’’Yang jelas bukan negara,’’ tambahnya.
(byu/agm/sam/jpnn)

Respon Anda?

komentar