KONI Ajukan Permintaan Rp 3,5 M ke Pemprov Kepri

591
Pesona Indonesia
Jumaga Nadeak.
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menyebutkan akan membantu KONI mendapatkan dana Rp untuk PON.

batampos.co.id – Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak angkat bicara terkait kisruh yang melanda Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepri dalam menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) pada September mendatang. Untuk kebutuhan tersebut, DPRD Kepri akan memfasilitasi lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD P) pada Juni mendatang.

“Yang jelas sudah kita setujui untuk anggarankan KONI Kepri. Hanya saja, tidak semua bisa diakomodir, karena terbatasnya kemampuan anggaran daerah pada APBD 2016 ini,” ungkap Jumaga, Kamis (7/4).

Dijelaskannya struktur anggaran tersebut langsung berada dibawah Badan Pengelola Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kepri. Menurut Jumaga, KONI dalam hal ini juga harus bijak dalam memenuhi kebutuhan setiap cabong olahraga yang akan dipersiapkan untuk berlaga pada PON mendatang.

“Sesuaikan dulu dengan kemampuan anggaran yang ada. Terkait kebutuhan ini, akan kami fasilitasi lewat APBD Perubahan yang direncakan pada Juni mendatang,” jelas Jumaga.

Sementara itu, Bendahara Umum KONI Provinsi Kepri, Said Fachriansyah mengungkapkan pada tahun 2015, KONI Provinsi Kepri tidak mendapatkan anggaran dari Pemprov Kepri. Lantaran didera defisit anggaran. Kemudian katanya, pada tahun 2016, mendapatkan dana hibah sebesar Rp3,5 miliar. Jumlah tersebut adalah untuk kebutuhan operasional KONI

“Anggaran inilah yang sudah kita ajukan permintaan ke Pemprov Kepri sejak Januari lalu. Akan tetapi sampai saat ini belum turun-turun. Kami sudah kroscek ke SKPD terkait, mereka juga belum memegang anggaran tersebut,” ujar Said.

Menurut Said, apabila anggaran tersebut sudah turun, pihaknya akan mensuit kepada kebutuhan masing-masing cabor yang dipersiapkan untuk PON September mendatang. Masih kata Said, secara keseluruhan kebutuhan PON sekitar Rp 20 miliar. Melihat kondisi sekarang, pihaknya berharap ada perhatian khusus yang diberikan Gubernur Kepri sebagai Kepala Daerah.

“Waktu kita semakin mepet, tentu dibutuhkan kebijakan khusus dari Pemprov Kepri. Masing-masing Cabor sudah mengagendakan pemusatan latihan, hanya saja masih terkendala pada kebutuhan anggaran,” ungkap Said.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar