Ini Kota Hantu Paling Modern di Dunia

810
Pesona Indonesia
Odos, kota modern yang dijuluki kota hantu di Tiongkok. Foto: istimewa
Odos, kota modern yang dijuluki kota hantu di Tiongkok. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kota hantu di film-film, semua identik dengan kota yang tak terawat, bangunan yang menyeramkan, kotor, jorok, dan kesan negatif lainnya.

Namun kota hantu satu ini, indah, luas, dan dipenuhi berbagai arsitektur modern. Itulah Kota Ordos di wilayah otonomi khusus Inner Mongolia, Tiongkok. Sayangnya, tidak banyak penduduk yang ingin tinggal di kota tersebut. Kini Ordos dengan berbagai arsitektur dan tetengernya ibarat sebuah kota hantu terbesar di Tiongkok.

Bangunan bersrsitek modern di Kota Odos, Tiongkok. Foto: istimewa
Bangunan bersrsitek modern di Kota Odos, Tiongkok. Foto: istimewa

Ordos memiliki luas 86.752 kilometer persegi, lebih luas bila dibandingkan dengan Las Vegas di Nevada, Amerika Serikat (AS). Aslinya, Ordos adalah sebuah gurun. Namun, pada awal 2000-an, pemerintah Tiongkok mengucurkan anggaran lebih dari USD 1 miliar (Rp 13,14 triliun) untuk pembangunan di kota tersebut.

’’Ini adalah kota yang sangat indah dan penuh dengan kontradiksi,’’ ujar fotografer Prancis Raphael Olivier yang baru-baru ini mengabadikan Ordos. Olivier memberi judul A Failed Utopia atas rangkaian foto Kota Ordos yang dijepretnya tersebut.

Bisa dibilang hampir seluruh bangunan di Kota Ordos sangat modern. Ada museum dengan desain yang unik, masjid yang cukup besar, apartemen yang tertata rapi, serta berbagai tetenger yang mencolok. Bangunan-bangunan di kota itu dikerjakan arsitek dari berbagai negara.

Kota tersebut hanya berjarak 560 km dari Beijing. Namun, tidak ada yang berminat membeli properti di Ordos. Salah satu alasannya adalah harga properti yang ditawarkan sangat mahal dan kota itu terisolasi.

Ordos memang dikelilingi gurun. Pemerintah setempat akhirnya menawarkan kepada para petani sekitar untuk menghuni apartemen secara gratis dan memberikan kompensasi lainnya. Namun, entah mengapa tidak banyak yang tertarik. Hanya 2 persen apartemen di kota tersebut yang dihuni. Secara keseluruhan, jumlah penduduk kota hantu itu hanya 100 ribu orang.

’’Orang asing melihat ini adalah kota yang ditinggalkan. Tiongkok menganggap kota ini masih mengalami pembangunan,’’ terang Olivier. (CNN/Daily Mail/sha/c14/ami/jpgrup)

Respon Anda?

komentar