Pemko Akhirnya Bongkar Bangunan Liar

926
Pesona Indonesia
Petugas Satpol PP merobohkan bangunan pasar KUD Tanjungpinang, Kamis (7/4). F.Yusnadi/Batam Pos
Petugas Satpol PP merobohkan bangunan pasar di Tanjungpinang, Kamis (7/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Setelah berkali-kali gagal membongkar bangunan liar di atas lahan parkir pasar ikan, Pasar Baru Tanjungpinang, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akhirnya berhasil merobohkan bangunan tersebut Kamis (7/4).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang, Irianto mengatakan, pihaknya sejak setahun lalu kesulitan menertibkan bangunan tersebut, lantaran pemilik bangunan, Yanto tidak bisa diajak bekerja sama.

”Dulu ketika mau dirobohkan, dia (Yanto, red) tidak mau turun dari bangunan dan mengancam petugas. Jadi, kami kesulitan merobohkannya,” ujar Irianto ditemui di lokasi pembongkaran, Kamis (7/4).

Disinggung apa yang membuat pemilik bangunan akhirnya bersedia bangunannya dibongkar, Irianto mengatakan, itu karena Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah telah memberikan masukan. ”Pada akhirnya Yanto menerima,” ujarnya.

Dalam pembongkaran tersebut, Irianto mengatakan mengerahkan 50 personel Satpol PP, dibantu oleh 40 polisi dan 10 marinir. Kehadiran petugas dalam upaya antisipasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Pantauan dilapangan selama proses pembongkaran tidak terjadi bentrokan, tidak seperti penertiban yang dilakukan beberapa waktu.

Di tempat yang sama Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan, setelah pembongkaran, lahan akan dikembalikan seperti keadaan semula, yaitu lahan parkir. Dirinya meminta Kasatpol PP Kota Tanjungpinang, Irianto menertibkan kios-kios liar lain yang dibangun di lahan parkir pasar. ”Dulunya ini lahan parkir, kok malah jadi kios. Ini tentunya menyulitkan masyarakat,” ujarnya.

Pembongkaran bangunan dan kios liar ini, dikatakan Lis sebagai terobosan awal untuk menertibkan pasar. Dengan begitu, masyarakat akan lebih memilih berbelanja ke pasar ketimbang ke pasar modern. “Bagaimana masyarakat mau ke pasar kalau lahan parkir saja tidak ada,” ujarnya.

Tidak hanya menyoroti persoalan bangunan liar, Lis juga meminta kepada Direktur Utama (Dirut) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Asep Nana Suryana yang juga hadir di lokasi segera menertibkan lorong dan jalan pasar dari pedagang. ”BUMD harus mampu menertibkan. Saya kasih waktu sebulan. Jika tidak mampu, pengelolaan pasar akan diambilalih oleh Dinas Pasar,” ujarnya.

Menurutnya jalan atau lorong-lorong pasar harus bebas dari pedagang. Sehingga mempermudah akses masyarakat menuju pasar. “Bangunan yang tidak sesuai robohkan saja,” katanya. (lra/bpos)

Respon Anda?

komentar