Pelabuhan Kargo Parit Rempak Butuh Rp 23 Miliar

822
Pesona Indonesia
Plt Dirjen Hubla Umar Aris (tengah) saat meninjau Pelabuhan Parit Rempak. foto:istimewa
Plt Dirjen Hubla Umar Aris (tengah) saat meninjau Pelabuhan Parit Rempak. foto:istimewa

batampos.co.id – Peningkatan fasilitas pelabuhan kargo Parit Rempak, Kecamatan Karimun, memerlukan pagu anggaran sebesar Rp 23 miliar. Dengan peningkatan fasilitas di pelabuhan yang masuk dalam wilayah free trade zone (FTZ) nantinya, akan dapat disinggahi kapal berbobot tonase di atas 1.000 GT.

“Pelabuhan kargo Parit Rempak yang ada sekarang, baru bisa melayani kapal bertonase 600 GT. Agar dapat melayani kargo berbobot tonase di atas 1.000 GT, perlu dilakukan peningkatan fasilitas pelabuhan. Di mana nilainya mencapai Rp 23 miliar. Dan kita upayakan alokasinya dapat dibantu oleh pusat,” beber Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat membuka Musrenbang Kabupaten, Rabu (6/4) lalu.

Keinginan meningkatkan fasilitas pelabuhan kargo Parit Rempak menjadi program dan prioritas Pemerintah Kabupaten Karimun di tahun 2017. Artinya, pemerintah ingin mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Bumi Berazam.

“Maknya, mari kita bangun bersama-sama untuk mewujudkan Kabupaten Karimun sebagai pusat pertumbuhan ekonomi maritim yang terdepan berlandaskan iman dan taqwa,” sebut Rafiq.

Adapun kebutuhan peningkatan fasilitas pelabuhan kargo Parit Rempak sebelumnya sudah disampaikan bupati kepada Plt Dirjen Hubla Umar Aris di sela kunjungan ke pelabuhan Roro Parit Rempak. Keinginan bupati itu, disambut positif.

“Memang sebaiknya dibenahi terlebih dahulu pelabuhan Parit Rempak ini. Sehingga pelabuhan kargo di Taman Bunga bisa segera dipindahkan,” tegas Umar kala itu.

Di sisi lain, Umar pun menilai, pelabuhan bongkar muat Taman Bunga Tanjungbalai Karimun, sudah tidak representatif dengan perkembangan pembangunan saat ini. Apalagi pelabuhan tersebut sudah berdiri sejak Karimun berstatus kecamatan. “Memang selayaknya dipindahkan ke sini (Parit Rempak, red). Selain berada di tengah kota, juga lokasinya kecil, dan berdebu,” tutur Umar Aris. (enl/bpos)

Respon Anda?

komentar