PKS Tunjuk Ledia sebagai Pengganti Fahri Hamzah

897
Pesona Indonesia
Ledia Hanifah Amalaia. Foto: istimewa
Ledia Hanifah Amalaia. Foto: istimewa

batampos.co.id – Satu di antara lima kursi pimpinan dewan dalam paripurna pembukaan masa sidang IV DPR tampak kosong, Kamis (6/4/2016). Kursi tak berpenghuni tersebut seharusnya diisi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang telah dipecat PKS, partai asalnya.

Fahri baru nongol di gedung DPR sekitar pukul 18.00. Dia mengaku baru saja datang dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Fahri diundang menjadi pembicara dalam Dialog Nasional Kemaritiman yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia di Universitas Mataram.

’’Ternyata, perwakilan dari eksekutif tidak hadir sehingga saya langsung kembali ke Jakarta dan baru sampai,’’ kata Fahri yang sudah tiga periode di DPR. Saat Pemilu 2014, Fahri yang maju di daerah pemilihan (dapil) NTB meraih suara terbanyak ketimbang anggota lain Fraksi PKS. Yaitu 125.083 suara.

Setelah memecat Fahri dari semua jenjang keanggotaan, Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS juga sudah menetapkan Ledia Hanifa Amaliah sebagai pengganti Fahri Hamzah untuk posisi wakil ketua DPR. Saat ini, Ledia duduk sebagai wakil ketua Komisi VIII DPR. Keputusan itu diambil dalam rapat pleno DPTP PKS.

Menanggapi hasil rapat pleno tersebut, Fahri menyatakan bahwa dirinya menghormati langkah pimpinan partai. Berdasar AD/ART yang ada, DPTP memiliki hak untuk membahasnya. Namun, dia juga memiliki hak untuk mengajukan gugatan atas keputusan pemecatan.

’’Berikan saya waktu menguji keputusan partai karena saya juga dilindungi undang-undang,’’ kata politikus muda berusia 44 tahun kelahiran Utan, Sumbawa, itu. Fahri menyampaikan, pihaknya telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Fahri menyebut tim pembelanya sebagai Pembela Keadilan dan Solidaritas yang disingkat tim PKS.

Rencananya, hari ini Fahri menyurati pimpinan DPR dan pimpinan fraksi terkait dengan gugatan itu. ’’Karena saya sedang mengalami sengketa, biarkan itu sampai inkracht (berkekuatan hukum tetap, Red). Biarkan diselesaikan dengan memajukan akal sehat dan akal dingin,’’ ujarnya. Selama masih bersengketa, posisinya sebagai pimpinan DPR tidak bisa diganggu.

Menanggapi penunjukan Ledia untuk menggantikan dirinya di kursi pimpinan DPR, Fahri menegaskan tidak memiliki masalah dengan sosok Ledia. Bahkan, Fahri memuji Ledia sebagai salah seorang kader terbaik PKS. Dalam pemilihan pimpinan DPR 2014 lalu, Ledia adalah salah seorang yang diprioritaskan. ’’Ibu Ledia lulusan ITB, salah satu kader senior yang mumpuni,’’ tandasnya.

Ledia yang sudah dua periode di DPR tergolong kader senior. Dia bergabung sejak PKS masih bernama Partai Keadilan (PK) dalam pemilu 1999.

Dikonfirmasi terpisah, Ledia mengaku sudah mendengar keputusan DPTP. Dia menyatakan siap mengemban amanah sebagai wakil ketua DPR. ’’Bagi saya, sebagai kader harus mempersiapkan diri untuk ditempatkan di posisi mana pun. Bismillah, semoga Allah memudahkan segala urusan,’’ ujar Ledia yang mengaku tengah berada di Makkah.

Dia menyatakan, saat ini Fahri tengah mengajukan gugatan atas keputusan partai yang memecatnya. Karena itu, pihaknya memang perlu menunggu keputusan yang berkekuatan hukum tetap. ’’Kita semua harus mengikuti proses. Kita tunggu aja ya,’’ tandasnya.

Selain menetapkan Ledia sebagai pengganti Fahri di kursi pimpinan dewan, rapat pleno DPTP PKS membuat beberapa keputusan lain. Di antaranya, menetapkan pengunduran diri Taufik Ridlo dari posisi Sekjen DPP PKS.

Taufik mulai menjabat Sekjen PKS pada 2013. Dia menggantikan Anis Matta yang naik sebagai presiden PKS. Setelah munas PKS pada 2015, Taufik rupanya kembali terpilih sebagai Sekjen, mendampingi So­hibul Iman yang terpilih menjadi presiden PKS. Seperti halnya Fahri yang didepak dari PKS, kabar yang santer berkembang, mundurnya Taufik sebenarnya tak terlepas dari ’’aksi bersih-bersih’’ rezim pengurus baru dari para loyalis Anis Matta.

’’Mengganti (Taufik Ridlo, Red) dengan Mustafa Kamal,’’ ujar Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid. Posisi Wasekjen yang sebelumnya dipegang Mardani juga dilimpahkan kepada Abdul Hakim. Mardani diberi posisi baru sebagai ketua bidang kepemudaan.

Anggota Majelis Syura PKS Tifatul Sembiring mengatakan bahwa pemecatan Fahri tidak akan menimbulkan konflik internal di PKS. ’’Jangan lebay (berlebihan, Red). Konflik itu pecah. Ini persoalan indisipliner kader, masalah pribadi yang tidak bisa diungkap ke publik,’’ katanya. (bay/byu/c19/pri/jpg)

Baca Juga:
> Fahri Hamzah Dipecat PKS karena Loyalis Anis Matta
> Dipecat PKS, Fahri Tetap Ngantor di DPR RI
> Fahri Hamzah Terima Surat Pemecatan di Masjid Usai Salat Isya
> Sering Buat Pernyataan Kontroversi Jadi Alasan PKS Pecat Fahri Hamzah
> Waduh, PKS Pecat Fahri Hamzah

Respon Anda?

komentar