Polres Karimun Gelar Operasi Preman

690
Pesona Indonesia
Anggota Sat Reskrim Polres Karimun sedang  melakukan pemeriksaan barang yang dibawa oleh warga tanpa identitas. foto:sandi/batampos
Anggota Sat Reskrim Polres Karimun sedang melakukan pemeriksaan barang yang dibawa oleh warga tanpa identitas, saat operasi preman. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Satuan Reskrim Polres Karimun pada Rabu (6/4) malam melakukan Operasi Premanisme yang dilakukan di daerah Kota Tanjungbalai. Dalam operasi preman ini, beberapa orang warga yang tidak memiliki identitas dan juga tidak memiliki tempat tinggal yang jelas sempat diperiksa.

”Operasi Preminisme yang kita lakukan ini termasuk dalam rangkaian operasi cipta kondisi. Tujuannya, untuk meminimalisir terjadinya tindak pidana di lingkungan masyarakat. Untuk itu, kegiatan operasinya kita laksanakan pada malam hari mulai pukul 21.00 WIB sampai dengan 22.30 WIB. Dalam operasi ini kita melibatkan 20 orang anggota Reskrim dan juga ditambah dengan anggota Satuan Sabhara,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno, Kamis (7/4).

Dalam melaksanakan operasi, kata Dwihatmoko, dibagi menjadi beberapa tim. Masing-masing tim melakukan operasi di daerah yang sudah ditentukan. Seperti di sekitar pelabuhan atau Taman Bunga, Jalan H Arab dan sekitar Pasar Puan Maimun. Dari kawasan pelabuhan ditemukan remaja yang tidak memiliki tempat tinggal yang jelas dan juga tidak memiliki identitas.

”Kepada para remaja tersebut kita laklukan pendataan, sekaligus untuk memastikan apakah ada catatan kriminal. Namun, setelah dilakukan pendataan tidak ada yang memiliki catatan kriminal atau ada laporan kriminal terhadap warga yang kita temukan. Kemudian, anggota juga melakukan penyisiran yang biasa dijadikan tempat konsumsi minuman keras. Ada beberapa pemuda yang sedang asyik mengkonsumsi minuman beralkhol, kita minta untuk pulang ke rumah masing-masing,” paparnya.

Dikatakan Dwihatomoko, operasi ini berjalan lancar dan tidak adanya perlawanan terhadap warga yang didata oleh polisi. Selain itu, juga tidak ditemukan senajata tajam atau barang berbahaya lainnya. Kemudian, dia juga menghimbau kepada para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya. Khususnya, yang memiliki anak di bawah umur atau berstatus sebagai pelajar jangan dibiarkan keluar rumah sampai tengah malam. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar