Sunny Tanuwidjaja Disebut Ipar Ahok, Ahok Membantah

868
Pesona Indonesia
Sunny Tanuwidjaja
Sunny Tanuwidjaja

batampos.co.id – Sunny Tanuwidjaja disebut bukan staf khusus Gubernur DKI, Ahok. Ia disebut sebagai ipar Ahok.

Iya, ada orang dekat DKI-1. Bukan staf khusus atau staf ahli. Dia itu masih keluarganya. Adik ipar dia itu,” kata  kuasa hukum M Sanusi, Krisna Murti.

Sunny diduga ikut terlibat dalam kasus suap reklamasi pantai di teluk Jakarta.

Krisna bahkan mengatakan, anggota keluarga yang disebut-sebut bernama Sunny Tanuwidjaja itu sebagai pihak yang menjembatani pihak ekskutif, pengusaha, dan DPRD DKI Jakarta terkait penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta.

“Kaitannya begini. Dari gambaran BAP-nya Bang Uci (Sanusi), saya bisa menyimpulkan, jadi kelihatannya tuh antara eksekutif atau pihak Pemda membahas Raperda dengan pengusaha itu sepertinya si Sunny ini yang atur, dia yang mangakselerasikan. Dia juga yang masuk ke DPRD. Semacam koordinator lapangannya lah,” paparnya.

Krisna menuturkan, Sunny lah yang mengatur pertemuan antara pihak APL dengan kliennya. Termasuk menyampaikan pesan-pesan dari Ahok.

Tak hanya Krisna, mantan wakil gubernur DKI Prijanto yang juga bekas lawan Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI lalu, juga mengaku bertemu Sunny dan Ahok dalam sebuah kesempatan untuk membahas sebuah masalah yang berkaitan dengan sebuah taman di Jakarta.

Sunny, menurut Prijanto, memiliki pengaruh karena bisa mengatur pertemuan antara dirinya dengan Ahok dan Podomoro. “Sunny itu memang staf khusus (Ahok) seperti yang diberitakan media-media. Ada korelasi antara Sunny, Ahok dan Podomoro,” kata Prijanto di sebuah acara televise.

Prijanto juga mengungkapkan mengungkapkan, adanya dugaan korupsi dalam proses pembangunan Taman BMW dan sudah menyampaikannya lewat orang bernama Sunny.

“Saya katakan kepada Sunny bahwa pengembang berbohong karena menyatakan luas lahan hanya sebesar 12 hektar, sedangkan luasnya sebesar 20 hektar,” katanya.

Prijanto, saat itu, memperlihatkan kepada Sunny soal dugaan pemalsuan tanda tangan pejabat terkait.

Sepekan kemudian, Sunny meneleponnya terkait Basuki yang ingin bertemu dengan dirinya.

Dalam pertemuan dengan Basuki tersebut, Prijanto membeberkan data tentang penipuan yang dilakukan oleh pengembang. “Besoknya, Pak Ahok menyatakan, tidak ada korupsi dalam pembangunan Taman BMW,” kata Prijanto.

Ahok sendiri tidak mengakui Sunny sebagai adik ipar. Ia menegaskan Sunny dan tidak ada kaitannya dengan sang istri Veronica Tan.

“Kalau Sunny nggak ada komisaris dimana pun, dan dia itu nggak ada hubungan dengan Veronica Tan (isteri Ahok-red),” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (6/4).

Kata Ahok, Sunny hanyalah anak magang yang tengah mengerjakan tugas akhir ?untuk menyelesaikan program PHD. Sehingga, tidak mungkin dirinya mampu mengatur pertemuan antara M. Sanusi dengan pengembang.

“Kamu kira Sanusi itu bukan orang hebat? Sanusi itu kerja sama Agung Podomoro Land (APL), sudah kongsi lama. Sebelum saya kenal APL, Sanusi udah kenal duluan dan dia sudah kerja sama mereka. Begini saja, kalau sudah kena ambil duit ya sudah, suruh KPK saja telusuri. Kalau nanti banyak yang masuk bagus karena negara ini harus bebas dari korupsi?,” terang Ahok.

Namun, mantan Bupati Belitung Timur itu tak membantah bila sosok Sunny mengenal adik dari Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik. Menurutnya, perkenalan itu lantanan Sunny tengah membuat Kajian terkait destertasinya yang berhubungan antara hubungan eksekutif dan legeslatif di Ibu Kota.

“Kenal karena dia pengen dengerin sikap DPRD ke Ahok. dia lagi buat kajian dan juga ketemu pak Prabowo, pak Hasyim, ketemu konglomerat si Taher. Kenapa? Karena dia pengen tahu kenapa dia nyumbang,” papar Ahok.

“Dia (Sunny) kan iparnya Lippo, jadi dia ingin tahu maksudnya apa Lippo pakai Taher buat baik-baikin Ahok. Jadi kamu curiga sama Taher kan. Kalau dia sumbang bus, ya dia sama grup Lippo saja sudah keluar. Jadi kita suruh penyidik cek saja. pusing kita kalau berandai-andai,” pungkasnya.

Menurutnya, soal peranan Sunny yang telah menjadi stafnya sejak lama merupakan kebohongan besar. Termasuk adanya tudingan Sunny pernah mengatur pertemuan pengembang reklamasi, Agung Podomoro Land (APL) bersama dirinya untuk membicarakan soal kewajiban pembangunan.

“Itu nggak mungkin, bisa dibuktikan. Kamu kira Sanusi bukan orang hebat, dia itu sudah kerja lama dengan APL, kongsi sudah lama,” ujar Ahok.

Bahkan, kata Ahok, sebelum dirinya mengenal dekat dengan bos APL Sugiyanto Kusuma alias Aguan, Sanusi sudah lebih dulu kenal. Buktinya kata Ahok, politisi Partai Gerindra itu berhasil membangun kawasan Thamrin City yang merupakan hasil dari kerjasama dirinya dengan APL.

“Sanusi itu sudah kerja sama mereka dari dulu. Sekarang gini aja lah, kalau sudah kena ngambil duit enggak usah ribut. KPK aja yang telusuri. Kalau nanti banyak yang masuk (penjara) bagus. Karena negara ini harus bebas dari korupsi,” terang Ahok. (nonstop)

Respon Anda?

komentar