Selamat Jalan Pemimpinku, Pemimpinmu, Pemimpin Kita

1500
Pesona Indonesia
Oleh: Hinca Panjaitan, Sekjen Partai Demokrat
Oleh: Hinca Panjaitan, Sekjen Partai Demokrat

“Horas lae, berita duka, Pak Sani meninggal dunia, sekarang masih di RS Abdi Waluyo Jakarta”, begitu sms dari bung Hotman Hutapea? politisi senior PD legislator DPRD KEPRI.

Belum sempat hilang kaget ku, aku dapat SMS dari Ibu Ani SBY dari Australia yang sedang dampingi pak SBY melakukan kerja internasionalnya.

“Innallilahi Wainnailahi Roji’un. Telah Meninggal H. M. Sani, Gubernur Kepri Di RS Abdi Waluyo di Jakarta”, isi SMS Ibu Ani yang diforward ke saya yang beliau terima dari Suyatni di Batam.

Semua kaget bak dihentak halilintar. Saya call bung Apri Sujadi, Ketua DPD PD Kepri yang juga bupati Bintan. “Kita ketemu di lokasi ya, 10 menit dari sekarang”, kataku.

Di lantai 2 RS Abdi Waluyo keluarga sudah duduk mengelilingi jenazah. Saya sampaikan salam duka yang dalam dari keluarga besar DPP Partai Demokrat.

“Sabar ya Riny, Pak SBY dan Ibu Ani turut berduka yang dalam”, kataku.

Sepuluh menit kemudian, Presiden Jokowi datang didampingi Mas Pramono Anung.

“Apa kabar Bung Hinca”, kata Presiden Jokowi.

“Baik bapak Presiden”, kataku sigap seraya menyalami beliau dan Mas Pramono.

Para pejabat negeri datang silih berganti. 25 menit kemudian, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga datang.

“Hei .. Hinca, apa kabar”, katanya, langsung kuulurkam tangan ku menjabatnya sambil menjawab santun “Baik Pak JK”.

Sekitar pukul 18.10 peti jenazah ditutup, Selanjutnya dibawa ke ambulance meluncur ke badara Halim untuk penerbangan ke Tanjung Pinang, Kepri.

“Selamat jalan ayah Sani, ayah rakyat Kepri, sang Pemimpin”, kataku sambil melambaikan tangan mengiringi sirene ambulance yang nyaring terdengar.

PEMIMPIN SEJATI

Jangan pernah kita merasa iri apalagi mencibir kesuksesan seorang pemimpin, karena kita tak pernah tau pahit dan getirnya lika liku perjalanan yang telah dia lewati dalam kesendirian.

Kalimat ini harus menjadi fondasi kita dalam melihat setiap sosok pemimpin, apalagi pada pemimpin pemimpin publik seperti bupati atau gubernur. Penghargaan kita akan kehadiran seorang pemimpin harus ikhlas ditanamkan dalam hati, ditanamkan dalam pikiran kita.

Marilah kita buka deretan pemimpin yang pernah kita kenal dalam kehidupan kita kemudian kita luangkan pikiran kita untuk berada dalam setiap anak tangga yang mereka lewati.

Kekaguman pasti akan muncul tak tertahankan dari hati dan pikiran kita, walaupun kekaguman itu kadang muncul terlambat, bahkan keinginan kita untuk meluangkan waktu dan pikiran kita untuk berada dalam setiap anak tangga kehidupan mereka baru timbul saat mereka harus pergi meninggalkan kita selama lamanya di dunia ini.

Kita jarang meneladani mereka saat mereka masih hidup, kita baru sibuk mencari pelajaran hidup mereka saat mereka sudah tiada.

Drs. H Muhammad Sani adalah salah satu contohnya, Hari ini dia pergi meninggalkan kita semua, dia menyentakkan kita tentang kekuasaan Tuhan akan umur manusia juga menyisakan kehilangan pada relung hati. Pemilihan gubernur kepri 2015 kemarin adalah kompetisi terakhir dalam hidupnya.

Muhammad Sani adalah sosok pemimpin yang inspiratif, potret perjalanan hidupnya sungguh mengagumkan, pekerja keras, ikhlas dan merawat silaturahmi sebagai falsafah hidupnya dan selalu berprasangka yang baik terhadap takdir Tuhan adalah pembuka kemudahan dalam setiap langkah hidupnya.

Konsistensi adalah salah satu pelajaran hidup darinya, sejak 1973 menjadi camat, kemudian menjadi bupati dan gubernur. Luar biasa orang ini, dia menapaki anak tangga paling bawah dalam hidupnya sampai dia berada di puncak. Kemudian dia pergi saat di atas, saat semua orang tengah melihatnya. Memang Tuhan punya cara cara indah untuk memberikan pelajaran hidup pada kita semua.

Selamat jalan Muhammad Sani, ayah mu ayah ku ayah kita semua. Engkau di panggil saat sedang di atas agar kami bisa belajar dari kehidupan, perjuangan dan falsafah hidupmu. Doa saya ikut bersama doa seluruh rakyat kepulauan Riau dan doa rakyat Indonesia untuk mengantarkan kebahagiaan baru di sisiNYA.

“Semoga semua doa kami dapat menjadi teman dalam perjalananmu pada surga yang sedang menantimu”. Kututup nonangnonangku, yang kali ini sangat emosional dan menyentuh spiritku pada petarungan kompetisi yang sarat kompetensi menghasilkan #bangsaJuara di Kepri.

Sekali lagi; selamat jalan Ayah Sani!

#salamnonangnonang
@horasKepri
@horasIndonesia

(Hinca Panjaitan, Sekjen Partai Demokrat)

Respon Anda?

komentar