Angkot di Batuaji Kian Berulah, Masyarakat Makin Tak Respek

2048
Pesona Indonesia
Angkutan umum Bimbar dan Carry saat menunggu penumpang di halte depan SP Plaza Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Angkutan umum Bimbar dan Carry saat menunggu penumpang di halte depan SP Plaza Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Warga pengguna jasa Bus Trans Batam di Batuaji mengecam penganiayaan yang dilakukan sekelompok oknum sopir angkutan kota (angkot) terhadap salah satu petugas Bus Trans Batam di Batamcenter. Bahkan makin tak respek dengan ulah sejumlah sopir angkot di Batuaji.

Warga menilai penganiayaan itu sudah keterlaluan dan berharap aparat kepolisian mengusut pelaku.

”Polisi harus tangkap dan adili mereka yang berbuat onar itu. Kami merasa nyaman dengan Trans Batam. Tidak seperti sopir bimbar dan carry yang ugal-ugalan,” kata Kuaniawati, salah satu warga pelanggan Bus Trans Batam.

Selama ini sambung pekerja perusahaan di Batamcenter ini, pelayanan yang diberikan Trans Batam sangat nyaman. Keberadaan penumpang di dalam bus sangat dihargai. Tidak seperti angkutan kota (angkot) lainnya seperti bimbar dan carry yang suka ugal-ugalan dan lama ngetem menunggu penumpang.

”Pokoknya kalau bisa dihentikan saja operasional bimbar dan carry itu. Sopirnya tak ada sopan santun sama sekali. Ngebut-ngebutan, langgar aturan lalu lintas, berhenti di tengah jalan semaunya. Sudah begitu merokok, itu bikin sesak napas penumpang di dalamnya,” kata warga Puskopkar Batuaji itu.

Keberadaan angkot di Batam diakui Kuaniawati tak nyaman lagi. Selain ugal-ugalan dan melanggar aturan lalu lintas, oknum sopir angkot juga kerap bertindak kasar.

Warga mendukung pemerintah memperbanyak bus Trans Batam. Warga berharap agar jam operasional bus Trans Batam tak dibatasi.

Keluhaan warga akan kebrutalan angkot di Batam itu bukan isapan jempol. Kamis (7/4) sore, Ismail, 30, salah satu pengendara sepeda motor nyaris menjadi korban keganasan salah satu angkot Bimbar di Batuaji, tepatnya di jalan simpang Perumnas Sagulung.

Sepeda motor Ismail disenggol Bimbar yang disopiri Hotman, 28 saat melaju ke arah Simpang Basecamp. Ismail sempat menegur sang sopir, bukannya minta maaf, Ismail malah diancam Hotman menggunakan pisau. (opi/eja/cr13/rna)

Respon Anda?

komentar