Bintan Timur Penyumbang Sampah Terbesar di Bintan

990
Pesona Indonesia
 Bupati Bintan, Apri Sujadi sedang membersihkan drainase yang banyak sampah di Pasar Tradisional Berdikari, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, dalam rangka merebut Piala Adipura 2016, kemarin. Kecamatan ini ternyata penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Bintan setiap tahunnya. foto:harry/batampos
Bupati Bintan, Apri Sujadi sedang membersihkan drainase yang banyak sampah di Pasar Tradisional Berdikari, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, dalam rangka merebut Piala Adipura 2016, kemarin. Kecamatan ini ternyata penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Bintan setiap tahunnya. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Kecamatan Bintan Timur merupakan wilayah penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Bintan. Tercatat di Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Bintan, sebanyak 76.303 ton sampah yang dihasilkan pertahunnya dari 10 kecamatan se Bintan, 40 persennya berasal dari kecamatan tersebut.

”Sampah sebanyak 40 persen berasal dari aktivitas 40.346 jiwa penduduk Kecamatan Bintan Timur atau mencapai 21.786 ton pertahunnya,” ujar Kepala DKPP Bintan, Raja Muhammad Jumat (8/4).

Kemudian lanjutnya wilayah lain penyumbang sampah terbesar yaitu Kecamatan Bintan Utara yang memiliki jumlah penduduk 20.775 jiwa. Sampah yang dihasilkan sebanyak 11.218 ton, Kecamatan Teluk Sebong yang memiliki jumlah penduduk 15.334 jiwa, sumbang sebanyak 8.280 ton sampah pertahunnya.

Lalu disusul Kecamatan Seri Kuala Lobam yang memiliki jumlah penduduk 15.305 jiwa sumbang 8.264 ton sampah pertahunnya, Kecamatan Gunung Kijang yang memiliki jumlah penduduk 11.658 jiwa sumbang 6.295 ton sampah pertahunnya dan Kecamatan Toapaya yang memiliki jumlah penduduk 10.504 jiwa sumbang 5.672 ton sampah pertahunnya.

Selanjutnya Kecamatan Teluk Bintan yang memiliki jumlah penduduk 10.230 jiwa sumbang 5.524 ton sampah. Kecamatan Bintan Pesisir jumlah penduduk 7.616 jiwa sumbang 4.112 ton sampah. Kecamatan Tambelan yang memiliki jumlah penduduk 4.508 jiwa sumbang 2.434 ton sampah pertahunnya, terakhir Kecamatan Mantang sumbang 2.257 ton sampah pertahunnya dari jumlah penduduk 4.180 jiwa.

”Sedangkan Kawasan Pariwisata Lagoi hanya sumbang 457 ton sampah pertahunnya dari jumlah kunjungan turisnya 300.000 orang. Begitu juga dengan Lobam yang hanya 100 ton lebih pertahunnya dari jumlah pekerjannya,” katanya.

Sampah yang dihasilkan setiap tahunnya dari seluruh kecamatan ini, sambungnya hanya ditangani 275 satuan petugas (Satgas) kebersihan atau yang sering disebut pasukan kuning. Menurutnya jumlah pasukan kuning yang ada tidak sebanding dengan jumlah sampah yang dihasilkan. Begitu juga dengan peralatannya yang sangat terbatas, sehingga penanganan sampah di Bintan tak bisa maksimal.

“Keberadaan sampah lebih besar dibandingkan petugas yang menangani sampah. Apalagi peralatan yang kita miliki sangat terbatas dan tidak memadai. Jadi untuk permasalahan sampah di Bintan sangat sulit ditangani dengan baik,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar