Jalur Khatulistiwa di Lingga Butuh Marka Jalan dan Penerangan

2025
Pesona Indonesia
Jalan jalur khatulistiwa yang menuju Pelabuhan Sungai Tenam. Jalan yang baru ini membutuhkan marka dan penerangan. foto:hasbi/batampos
Jalan jalur khatulistiwa yang menuju Pelabuhan Sungai Tenam. Jalan yang baru ini membutuhkan marka dan penerangan. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Jalan lintas utara, Jalur Khatulistiwa Sungai Tenam belum memiliki lampu penerangan jalan. Jalan sepanjang 34 kilometer dari pusat ibukota Daik, dengan 144 kelok tersebut menjadi jalur paling rawan saat malam hari karena gelap gulita.

Pantauan di lapangan, sejak dibukanya jalan itu tahun 2014 oleh Pemprov Kepri melalui dana APBN, jalan bekas PT Pulau Lingga, salah satu perusahaan kayu yang pernah beroprasi memproduksi kayu di Lingga, dibangun jalan permanen oleh pemerintah. Jalan yang memang sudah biasa dilewati truk dan puso pengangkut kayu itupun langsung diaspal. Tak ayal, jalan tanpa konstruksi yang matang tersebutp un berkelok dan berputar-putar. Menambah panjang jalan, padahal jika dibangun lurus jaraknya bisa setengah dari panjang yang sekarang, kira-kira 15 kilometer saja.

Saat malam hari, jalur lintas khatulistiwa itu gelap. Tanpa satupun penerangan jalan. Semak belukar, tikungan tajam, lalu lalang kendaraan harus ekstra hati-hati melintasi jalan tersebut. Meskipun belum dibuka secara reguler pelayanan transportasi laut di Sungai Tenam, akses ini menjadi penghubung warga antar pulau dan kecamatan. Warga baik dari pelabuhan Sungai Tenam, Tanjung Kelit, warga Senayang, Sungai Besar, Kuwit, Duara, Pancur, Teregeh, Sekanah, Rantau Panjang, Resun, Panggak Darat dan ibukota kabupaten di Daik atau sebaliknya

“Banyak warga yang jatuh karena jalannya gelap. Tikungannya kan banyak dan tajam pula. Belum lagi jurang yang dalam, bahaya,” ungkap Atan salah seorang warga yang melintas.

Kata Atan, sejak dibuka jalur tersebut cukup memudahkan aktifitas warga maupun arus barang. Begitu juga penambang ojek yang menuai rezeki mengantar warga ke pelabuhan Sungai Tenam maupun sebaliknya. Namun, kondisi jalan yang gelap, pengguna jalan harus ekstra hati-hati.

“Tak siang, tak malam selalu aja ada menggunakan jalan ini. Semakin ramai. Rasanya perlu lah ada lampu di tikungan-tikungannya. Biar lebih aman dan nyaman,” tutur Atan. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar