Kapolsek Serasan yang Baru Dititipi Tugas Membasmi Pengeboman Ikan

443
Pesona Indonesia
 AKP Benhur Gultom mendapat tugas sebagai Kapolsek Serasan yang baru. foto:rpg
AKP Benhur Gultom mendapat tugas sebagai Kapolsek Serasan yang baru. foto:rpg

batampos.co.id – Kapolsek Serasan AKP I Ketut Artha resmi digantikan AKP Benhur Gultom dalam upacara serah terima jabatan di Mapolres Natuna, Jumat (8/4). Kapolsek Serasan yang baru ini punya tugas yang cukup besar di posisi barunya, yaitu membasmi pengeboman ikan dan pembiusan.

Mantan Kapolsek Serasan mengatakan, Polsek Serasan yang meliputi wilayah kerja di Kecamatan Serasan, Serasan Timur dan Kecamatan Subi, hingga saat ini masih menonjol penangkapan ikan secara ilegal.

“Di wilayah Serasan masih tingggi penangkapan ikan menggunakan bius (Potasium) dan gunakan bom,” sebut I Ketut usai serah terima jabatannya kepada Benhur Gultom.

Dikatakan I Ketut, ulah penangkapan ikan yang menggunakan bom dan obat bius tidak hanya nelayan lokal, juga marak dilakukan nelayan tetangga, Pemangkat dari Kalimantan. Bahkan selama dirinya bertugas di Polsek Serasan, satu kasus pengeboman ikan ditangani oleh Polair Polda Kalbar.

“Memang di Polsek Serasan, lebih dekat wilayah kerjanya Polda Kalbar, jadi kasus penangkapan ikan secara ilegal bisa ditangani Polda Kalbar. Kami Polsek Serasan juga sering berkoordinasi dengan Polair Polda Kepri yang di lapangan,” ujar I Ketut.

Sejauh ini diakui I Ketut, Polsek Serasan belum bisa maksimal menangani penangkapan ikan secara ilegal diwilayah kerjanya. Karena minimnya sarana dan prasaran. Polsek Serasan hanya memiliki kendaraaan sepeda motor dan mobil patroli.

“Kalau digelar operasi laut, kami gabungan bersama POS AL Serasan, tetapi tetap saja mengandalkan pompong nelayan setempat. Kami sama sama tak punya sarana pendukung. Kalau pun mendesak, bisa pinjam speed Kecamatan, kalau mau kunjungan ke pulau Subi,” ujar I Ketut.

I Ketut sendiri memiliki prestasi, salah satunya berhasil menggagalkan pengiriman uang yang dibawa Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna Kamarudin senilai Rp 2 miliar, diduga untuk serangan fajar pilkada Bupati dan wakil Bupati Natuna 9 Desember lalu. I Ketut Artha dipromosikan jabatannya di Parik 2 ITBIDBIN ITWASDA Polda Kepri.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar