Pria Lajang Asal Palembang Gantung Diri di Kamar Kos Temannya

2671
Pesona Indonesia
Tim identifikasi Polresta Barelang melakukan identifikasi pria lajang bernama Jaka yang ditemukan gantung diri di kamar temannya, Legenda Malaka Blok i8 no. 8 Batam Kota, Sabtu (9/4/2016) pagi. Foto: muhammad nur/batampos.co.id
Tim identifikasi Polresta Barelang melakukan identifikasi pria lajang bernama Jaka yang ditemukan gantung diri di kamar temannya, Legenda Malaka Blok i8 no. 8 Batam Kota, Sabtu (9/4/2016) pagi. Foto: muhammad nur/batampos.co.id

batampos.co.id – Hidup makin berat, cari kerja susah, semua serba mahal, makan pun susah. Duh…

Ya, bisa jadi hal itu yang melatarbelakangi banyak pendatang yang mengadu nasib di Batam memilih bunuh diri.

Itu pula yang dilakukan Jaka, lajang asal Plaju, Palembang, Sumatera Selatan. Ia ditemukan tewas gantung diri di kamar kos temannya, Efendi, di Perumahan Legenda Malaka Blok i8 Nomor 8 Batam Kota, Batam, Sabtu (9/4/2016) subuh.

Panatauan batampos.co.id di tempat kejadian perkara, Jaka terlihat tergantung menggunakan tali yang ia tautkan di paku beton dinding rumah kos kamar nomor 6.

Di bawah kakinya ada kotak triplek warna putih yang bisa jadi digunakan untuk berdiri sebelum ia geser ke kanan hingga ia tergantung.

Menurut Wawan Kurniawan, teman satu kos Jaka, sebenarnya Jaka tidak kos di Legenda Malaka tersebut. Jaka satu kos dengannya di Nagoya. Namun, Jumat (8/4/2016) malam, ia dan Jaka berkunjung ke rumah Efendi di Legenda Malaka Blok i8 nomor 8 tersebut.

“Dulu pernah kos di sini, tapi sebentar saja, sebulan saja,” kata Wawan.

Di rumah kosan tersebut, ia sempat ngobrol dengan teman-temannya sesama orang Palembang hingga tengah malam.

Karena sudah larut, teman kosnya (Efendi) yang sempat ngobrol dengan penghuni kosan nomor 5 akhirnya tertidur lelap. Sementara Jaka tidur di kamar Efendi di sebelahnya (kamar nomor 6).

Saat subuh, Efendi terbangun lalu berjalan menuju kamarnya. Begitu ia membuka pintu kamarnya, ia terkejut melihat Jaka sudah tergantung. Ia kemudian membangunkan teman-temannya yang lain. Mereka bergegas masuk ke kamar itu, namun tak berani menyentuh.

Dengan cepat warga sekitar tahu, lalu berdatangan ke kamar itu. Namun tak satupun berani menurunkannya. Perangkat RT RW sekitar lalu menghubungi polisi. Sekitar pukul 07.00 WIB, tim Inafis Polresta Barelang tiba untuk identifikasi.

“Jaka anaknya pendiam, dia itu baru 3 bulan di Batam, sebelumnya kerja di Malaysia, terus pulang ke Palembang, lalu ke Batam lagi sejak tiga bulan lalu, katanya mau nyeberang lagi ke Malaysia tapi tak punya biaya,” kata Wawan.

Jaka pun sempat cari kerja di Batam supaya bisa punya modal ke Malaysia, namun tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Untuk kebutuhan makan, ia dibantu teman-temannya.

“Kami idak nyangko nak bunuh diri, main ke sini aku terimo bae, namonya kawan. Tapi pagi-pagi pas masuk kamar ngeliat dio udah cak itu (bunuh diri),” ujar Efendi yang dibenarkan Wawan.

Hingga berita ini diturunkan, tim Inafis masih melakukan indentifikasi. Efendi dan Wawan juga dimintai keterangan.

Ada sedikit yang mencurigakan, meski tergantung kaki Jaka bisa menyentuh lantai. Tak hanya itu, di kamar kiri depan yang ada kaca lebar, ada tali plastik warna hitam yang udah membentuk lingkaran salah satu ujungnya tergeletak. Bisa jadi awalnya mau menggunakan tali rafia itu tapi rapuh.

Apakah Jaka murni bunuh diri dengan gantung diri atau dibunuh lalu digantung, tim identifikasi masih menyelidiki. (nur)

Respon Anda?

komentar