Tempeleng dan Ludahi Siswa, Guru SD Dilaporkan ke Polisi

778
Pesona Indonesia
(ilustrasi: jawapos)
(ilustrasi: jawapos)

batampos.co.id – Wajah dunia pendidikan tanah air kembali tercoreng. Salah seorang guru SD di Banyuwangi berinisial KS, 50 tahun, dilaporkan ke Polsek Sempu karena diduga telah menganiaya muridnya sendiri, AA, 12 tahun, yang merupakan siswa kelas VI SDN 3 Sempu, Jumat (8/4).

Ditemani ayah kandungnya, Supariyono, AA yang merupakan warga Dusun Tegalyasan, RT 2, RW 5, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, mendatangi polsek karena tidak terima perlakuan kasar salah seorang guru.

Supariyono mengungkapkan kepada polisi penganiayaan yang dilakukan KS kepada putranya itu terjadi sekitar pukul 11.00 Rabu (6/4).

Saat itu AA menegur temannya, VG, karena gaduh di kelas. Selanjutnya, VG malah mengolok-olok AA dengan memanggil nama bapaknya, Yono.

’’Saya saat itu menegur teman saya agar diam, malah saya yang dituduh berbuat gaduh,’’ ungkap AA di Mapolsek Sempu kemarin.

Gara-gara kelas gaduh, AA yang dicurigai sebagai biangnya langsung diminta maju oleh KS. Di hadapan siswa, KS menempeleng AA.

’’Saya ditampar berulang-ulang dan terakhir wajah saya diludahi,’’ ujar AA.

Tidak hanya itu, KS yang terlihat emosianal menantang AA memanggil orang tuanya.

Mendapat perlakuan kasar gurunya, AA sempat menangis di luar ruang kelas. Ibu kandung AA, Emi Hariyati, kaget melihat putranya pulang sekolah dengan wajah lebam.

Tidak terima anaknya diperlakukan kasar, Emi Hariyati langsung mengabari suaminya yang sedang bekerja di Bali.

’’Ada kabar itu, saya langsung pulang,’’ kata Supariyono.

Petugas Polsek Sempuyang berjaga menyarankan AA divisum di rumah sakit atau puskesmas.

Kepala SDN 3 Sempu, Kecamatan Sempu, Kusniadi saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya pemukulan yang dilakukan slah seorang guru kepada siswa di sekolahnya.

’’Sebenarnya itu bukan penganiayaan, tapi untuk mendidik anak. Cuma ya kebablasan,’’ ujar Kusniadi.
(jpnn/sam)

Respon Anda?

komentar