Dewi Sanca, Jadikan Ular Sebagai Sahabat

1700
Pesona Indonesia
Dewi Sanca menggunakan ular sebagai mahkota dalam suatu aksi panggungnya. Foto: dok. silet
Dewi Sanca menggunakan ular sebagai mahkota dalam suatu aksi panggungnya. Foto: dok. silet

batampos.co.id – Tewasnya penyanyi dangdut daerah Irma Bule karena patukan ular jenis King cobra saat tampil di atas panggung pekan lalu di Kerawang, Bekasi, Jawa Barat, menimbulkan perdebatan.

Banyak yang berduka, tapi banyak pula pihak yang menyalahkan atraksi Irma dengan ularnya yang dianggap jauh dari kata aman.

Bahkan, kematian tragis ini menjadi sorotan berbagai media internasional.

Namun dii Indonesia, Irma Bule bukanlah orang pertama yang menampilkan atraksi bersama ular saat berdangdut. Pendangdut Dewi Sanca, jauh lebih dahulu memulai tren ini di industri hiburan lokal.

Kepada Jawa Pos (grup batampos.co.id), Dewi mengatakan bahwa dirinya memulai debut penampilannya berdangdut bersama ular pada sepuluh tahun silam yakni tahun 2006.

“Saat itu belum ada yang tampil bersama ular. Ular pertama saya waktu itu ada dua, semuanya jenis ular sanca,” katanya saat dijumpai di Apartemen Mediterania Gajah Mada, Jakarta Barat, Sabtu (9/4/2016).

Dia mengatakan bahwa hal tersebut memang sudah menjadi pilihannya.

“Saat itu saya berfikir bahwa kalau tampil dengan membawa ular itu adalah sesuatu yang berbeda di masyarakat. Dan ternyata memang benar, akhirnya banyak masyarakat yang suka,” tutur perempuan 32 tahun tersebut.

Dewi menerangkan bahwa tuntutan ekonomi juga menjadi faktor utamanya yang mendorong dirinya untuk berfikir cara mengumpulkan pundi-pundi uang dengan jalan yang lebih kreatif. Apalagi, Dewi menjadi tulang punggung keluarga setelah bapaknya meninggal dunia.

“Saya harus menghidupi ibu saya yang kondisi mentalnya depresi hingga sekarang dan dua keponakan saya,” ujar dia.

Penghasilan yang diperolehnya saat itu tidak seberapa. Dewi hanya diupah sebesar Rp 125 ribu dalam sehari. Penghasilan tersebut masih harus dibagi kepada ular-ularnya.

Namun, pada 2008 nasibnya mulai membaik. Namanya sebagai pendangdut ular semakin tersohor. Penghasilannya dari sekali tampil meroket hingga membuat dirinya sendiri terkaget.

“Sekarang kalau diundang di stasiun televisi Rp 15 juta per jam,” ujarnya.

Ular-ularnya pun juga kecipratan rejeki. Dari pendapatan yang segitu, perempuan bernama asli Endang Werginingsih tersebut menganggarkan Rp 8 juta hingga Rp 10 juta per bulan kepada ular-ularnya.

Budget tersebut, diterangkan Dewi untuk perawatan sekitar seratus ular dengan berbagai jenis yang dia miliki saat ini.

“Makannya sebulan itu rata-rata Rp 6 juta dan untuk perawatan seperti obat-obatan Rp 2 juta-an,” papar dia.

Dari seratus ekor ular yang dimilikinya, enam di antaranya merupakan ular yang sangat berbisa, yakni king cobra, jenis ular yang membuat Irma Bule tewas. Sama seperti Irma, Dewi juga membawa ular jenis tersebut ke dalam atraksi panggungnya.

“Sangat berbahaya. Makanya penyanyi dangdut yang pakai ular harus tahu cara penanganannya. Tidak hanya sesederhana itu. Yang saya lihat dalam kasus Irma itu karena penanganan yang tidak tepat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan beberapa hal cara penanganan ular berbisa yang dibawanya saat pentas. “Kalau megang King cobra itu jangan pegang badannya, tapi kepalanya. Atau kalau tidak mau ada apa-apa, tutupi mulut ularnya dengan lakban atau sejenisnya,” terangnya.

Bagaimana kalau sampai terpatuk kobra di tengah aksi panggungnya? Dewi mengaku belum sampai mengalami hal tersebut. Namun dia mengaku pernah sekali dipatuk oleh king cobra saat sedang memandikannya.

“Tapi penanganannya sama. Ikat sekencang-kencangnya bagian tubuh yang dipatuk, di bagian atas luka agar racun tidak cepat menyebar. Lalu pergi ke rumah sakit secepatnya,” terangnya.

Kendati sangat beresiko, Dewi mengaku tidak melibatkan tim medis khusus atau pawang ular dalam setiap penampilan dangdutnya bersama ujar-ularnya.

“Saya nggak bawa dokter untuk berjaga. Tapi biasanya saya ajak dua orang teman dari komunitas reptil. Karena mereka juga mengerti penanganan dasar jika, amit-amit, aku terpuruk king cobra,” kara Dewi dengan bergidik ngeri.

Tapi yang lebih penting lagi, yakni menganggap ular-ularnya sebagai sahabat. “Karena mereka juga yang membuat saya memiliki brand (Dewi Sanca) ini. Jadi aku juga harus merawatnya dengan sebaik-baiknya, jangan sampai tubuhnya bau dan penyakitan,” imbuhnya menutup perbincangan. (dod/jpg)

Baca Juga:
> Tips Ketika Tergigit Ular
> Irma Bule Dipatok Ular, Dunia Membicarakannya
> Kematian Tragis Pedangdut Irma Bule Diliput Media Inggris
> Rupanya si King Kobra Mematok Irma Bule karena Diinjak
> Penyanyi Seksi Ini Tewas Dipatok King Kobra Saat Manggung

Respon Anda?

komentar